Kapolresta Magelang Tinjau Lokasi Longsor di Dusun Tanjung Borobudur

MAGELANG || WARTAINDONESIA.co – Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar lakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana tanah longsor di Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kabupaten Magelang yang terjadi pada Senin, (12/01/26).

Bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Magelang, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak serta lokasi pengungsian pascakejadian longsor akibat hujan berintensitas tinggi.

Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar menyampaikan bahwa, pihak kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi bencana. Ia juga memastikan kehadiran aparat kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada warga yang terdampak..

Kapolresta Magelang bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Magelang turun lapangan meninjau langsung warga terdampak longsor. (Foto : Istimewa/Warta Indonesia)

“Polresta Magelang bersama jajaran PJU turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga, lokasi longsor, serta memastikan proses evakuasi dan pengungsian berjalan aman,” ujar Kombes Pol Herbin Sianipar, Kamis, (15/01/26).

Kapolresta Magelang menceritakan, peristiwa tanah longsor terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Dusun Tanjung. Sehingga, menyebabkan tanah di tebing menjadi jenuh air dan labil hingga memicu longsoran. Tebing setinggi kurang lebih 8 meter dengan lebar sekitar 6 meter longsor dan materialnya menutup akses jalan lingkungan serta mengenai tembok rumah warga.

Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga dilaporkan terancam, termasuk rumah milik Sriwoto yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa. Demi keselamatan, keluarga tersebut sementara mengungsi ke rumah tetangga terdekat karena kondisi tanah masih bergerak dan berpotensi terjadi longsor susulan.

Pada hari yang sama sekitar pukul 18.30 WIB, longsor kembali terjadi di titik lain yang masih berada di wilayah Dusun Tanjung. Longsoran dengan tinggi tebing sekitar 8 meter dan panjang kurang lebih 7 meter tersebut mengakibatkan akses jalan penghubung Desa Ngadiharjo dengan Desa Giripurno, Kecamatan Borobudur, tertutup total dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Baca Juga  Prajurit Infanteri 3 Marinir Unjuk Kehebatan Dorong Truck Reo Seberat 2,5 Ton

Sementara itu, pada Rabu, 14 Januari 2026, sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) curah hujan yang terpasang di Dusun Tanjung memberikan notifikasi status SIAGA pada pukul 23.30 WIB. Selang satu jam kemudian, EWS kembali berbunyi dengan status AWAS, menandakan potensi tinggi terjadinya longsor susulan.

Menindaklanjuti peringatan tersebut, warga secara bertahap melakukan evakuasi mandiri menuju lokasi aman di Balkondes Ngadiharjo. Hingga saat ini, satu fasilitas umum berupa masjid juga dilaporkan berada dalam kondisi terancam..

Penanganan darurat terus dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Magelang dengan melakukan asesmen di lokasi kejadian. Selain itu, koordinasi intensif dilakukan bersama pemerintah desa, perangkat dusun, aparat keamanan, dan masyarakat setempat.

Kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik untuk kerja bakti pembersihan material longsor serta bantuan bagi warga pengungsi.

“Untuk itu, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi memicu longsor susulan di wilayah rawan bencana tersebut,” ungkap Kapolresta Magelang. (*)

  • Pewarta : Diwan Ndut
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Ronie Dwito

You may also like...