Gowes Bareng Cara Hidup Sehat Komunitas GST Magelang
MAGELANG || WARTAINDONESIA.co – Sebagai komunitas yang konsisten menjaga semangat kebersamaan dan hidup sehat, Komunitas Gowes Sak Tekane (GST) Magelang kembali mengajak anggota untuk gowes bareng.
Kali ini, Komunitas GST Magelang mengadakan olahraga Gowes Bareng pada Rabu, (04/02/26) dengan rute Secang – Payaman – Kupatan – Windusari – Bandongan – Salamkanci – Pakelan – Kota Magelang dan finis di Guntur Geni Fighting Club (GGSC) Jalan A. Yani Kota Magelang.
Bendahara Komunitas GST Magelang, Didik mengatakan bahwa, aktivitas gowes atau bersepeda semakin digemari masyarakat Magelang . Setiap Minggu pagi, ruas-ruas jalan dipenuhi para pesepeda yang menjadikan sepeda bukan sekadar alat transportasi, melainkan gaya hidup sehat dan sarana bersosialisasi.
“Oleh karena itu kami dari Komunitas GST Magelang ingin mengajak masyarakat khususnya anggota untuk terus menerapkan olahraga melalui gowes bareng,” kata Didik usai Gowes Bareng.
Didik menjelaskan, GST sendiri sudah berdiri sejak Desember 2021, berawal dari kesamaan hobi dan tren bersepeda yang kala itu sedang meningkat. Dimana, komunitas ini mula-mula dibentuk oleh belasan orang yang memiliki kegemaran sama terhadap olahraga sepeda.
Uniknya, mayoritas anggota GST berada pada rentang usia di atas 55 tahun. Bahkan, beberapa anggotanya telah berusia lebih dari 80 tahun. Hingga kini, jumlah anggota GST telah mencapai sekitar 50 orang.
“Rata-rata anggota memang sudah sepuh. Tapi, semangatnya luar biasa untuk rutin mengikuti gowes bareng yang kita adakan setiap dua bulan sekali. Dan yang paling jauh kita tempuh sampai Pantai Dewaruci, Purworejo,” terangnya.
GST memiliki agenda rutin gowes setiap hari Rabu pagi, yang menjadi momen berkumpul sekaligus menjaga kebugaran. Selain itu, komunitas ini juga mengagendakan gowes luar kota setiap dua bulan sekali.
Mengusung motto “Tidak Ada Orang yang Kuat, yang Ada adalah Orang Terlatih”, komunitas ini membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap aktif dan produktif. Meski sebagian besar anggotanya telah lanjut usia, rutinitas bersepeda tetap dijalani dengan penuh semangat setiap Rabu dan Sabtu.
Salah satu anggota tertua, Andi (82) asal Bandongan, mengaku sangat menikmati kebersamaan di komunitas GST. Menurutnya, GST bukan hanya tempat berolahraga, tetapi juga ruang untuk membangun persaudaraan.
“Gabung di GST bukan cuma cari sehat, tapi juga dapat banyak teman. Rasanya seperti punya keluarga baru,” ungkap Andi.
Usai menuntaskan perjalanan, para anggota melepas lelah dengan cara sederhana namun penuh kehangatan. Ditemani aneka minuman seperti air mineral, susu, dan kopi, serta camilan tradisional seperti ketela, pisang godok, dan kacang rebus, mereka bersantai sambil berbincang dan tertawa bersama.
Bagi Komunitas Gowes Sak Tekane, gowes bukan sekadar mengayuh sepeda. Lebih dari itu, ia menjadi ruang berbagi cerita, menjaga kesehatan, dan merawat kebahagiaan di usia senja sebuah inspirasi bahwa hidup aktif bisa dijalani kapan saja, selama semangat terus menyala. (*)
- Pewarta : Diwan Ndut
- Foto : Diwan
- Editor : Ronie Dwito