UNESA dan IGORNAS Jawa Timur Dorong Inovasi Media Kesehatan Sekolah
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka meningkatkan kapasitas calon guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) mengembangkan media pembelajaran kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang inovatif berbasis augmented reality (AR), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan program pelatihan.
Untuk itu, Unesa melalui Program Studi (Prodi) PJOK menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertajuk “Pelatihan Penyusunan Media Pendidikan Kesehatan dan PHBS berbasis Augmented Reality bagi Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024.”
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan IGORNAS Jawa Timur sebagai mitra strategis penguatan kompetensi guru PJOK.

Program ini diketuai oleh Fuad Noor Heza, S.Pd., M.Kes. dengan tim pengabdian yang terdiri atas Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes., Junaidi Budi Prihanto, S.KM., M.KM., Ph.D., Faridha Nurhayati, S.Pd., M.Kes., dan Irma Febriyanti, S.Or., M.Kes.
Ketua Tim Pelaksana, Fuad Noor Heza menyampaikan bahwa, tim ini memadukan keahlian di bidang teknologi pembelajaran, kesehatan masyarakat, dan pendidikan jasmani untuk merancang pelatihan yang aplikatif dan kontekstual.
“Melalui teknologi ini, konsep-konsep abstrak seperti kebersihan diri, pencegahan penyakit, dan gaya hidup sehat dapat divisualisasikan secara interaktif. Sehingga, lebih mudah dipahami dan menarik bagi peserta didik di sekolah,” ucap Fuad melalui rilis resminya, pada Kamis, (19/02/26) di Surabaya.
Sedangkan dalam pelatihan ini, lanjut Fuad, para mahasiswa PPG tidak hanya diperkenalkan pada prinsip desain media AR, tetapi juga dilatih untuk menyusun konten edukatif yang selaras dengan kurikulum PJOK dan kebutuhan peserta didik.
Materi yang dikembangkan diarahkan agar dapat langsung digunakan dalam pembelajaran di kelas maupun dalam kegiatan edukasi kesehatan sekolah.
“Kolaborasi dengan IGORNAS Jawa Timur memperkuat relevansi program ini dengan kebutuhan guru di lapangan,” terangnya.
Melalui jejaring organisasi profesi, inovasi media yang dikembangkan dalam pelatihan ini diharapkan dapat menyebar luas dan dimanfaatkan oleh guru PJOK di berbagai daerah sebagai sarana edukasi kesehatan yang lebih efektif dan menarik.
“Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, UNESA menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pembelajaran PJOK yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkap Fuad.
Integrasi augmented reality dalam pendidikan kesehatan menjadi langkah strategis untuk menyiapkan guru masa depan yang kreatif, melek teknologi, dan mampu menanamkan perilaku hidup sehat kepada generasi muda secara lebih bermakna dan berkelanjutan. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Istimewa
- Editor : Rizal IT