Dorong Terwujudnya Desa Pancasila, UNESA Perkuat Soft Skill Pemuda Sugihwaras Lamongan
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan karakter kebangsaan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Bertempat di Desa Sugihwaras, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Lamongan, Tim Dosen lintas disiplin ilmu melaksanakan kegiatan bertajuk “Penguatan Soft Skill Pemuda Sugihwaras Menuju Desa Pancasila.”.
Program ini dipimpin oleh Agung Stiawan, S.Pd., M.Pd., bersama tim yang terdiri dari akademisi di bidang pendidikan, komunikasi, dan seni.
Ketua Tim Pelaksana, Agung Stiawan, menyampaikan bahwa, program ini tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran sosial.
“Kami ingin membangun pemuda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, mampu berkomunikasi secara efektif, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” kata Agung, Senin, (04/05/26).
Agung menjelaskan, kegiatan berlangsung selama delapan bulan, mulai April hingga November 2024 tahun lalu dengan melibatkan pemuda desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta dukungan dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur.
Kegiatan ini berangkat dari realitas sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya di wilayah pedesaan yang tidak luput dari dampak globalisasi dan digitalisasi. Arus informasi yang tidak terkendali, maraknya hoaks, serta menurunnya kualitas dialog sosial menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Selain itu, kondisi masyarakat yang heterogen dari sisi agama, sosial, dan ekonomi membutuhkan pendekatan yang mampu menjaga harmoni sosial. Dalam konteks tersebut, Desa Sugihwaras dipandang sebagai lokasi strategis untuk pengembangan model Desa Pancasila berbasis penguatan kapasitas pemuda .
Pelaksanaan program dilakukan secara sistematis dan partisipatif melalui beberapa tahapan utama. Kegiatan diawali dengan koordinasi awal dan survei lapangan untuk memetakan kondisi sosial masyarakat. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi program yang melibatkan seluruh elemen desa guna membangun pemahaman bersama.
Tahap berikutnya adalah penentuan peserta yang difokuskan pada pemuda usia produktif, khususnya yang tergabung dalam karang taruna. Sebanyak 30 peserta inti dipilih untuk mengikuti rangkaian pelatihan intensif.
“Pelatihan soft skill menjadi inti dari kegiatan ini, dengan materi yang mencakup kepemimpinan, komunikasi publik, manajemen konflik, serta penguatan nilai kebangsaan. Metode yang digunakan bersifat interaktif, seperti diskusi kelompok, simulasi sosial, dan role-play,” terangnya.
Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan workshop multikulturalisme dan resolusi konflik yang menghadirkan narasumber dari FKPT Jawa Timur. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami dinamika konflik sosial berbasis perbedaan serta merumuskan solusi berbasis nilai toleransi dan musyawarah .
Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas peserta. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman nilai Pancasila dari 58% menjadi 85%. Keterampilan komunikasi meningkat dari 60% menjadi 88%, sementara kesadaran multikultural naik dari 55% menjadi 84%.
Kemampuan kepemimpinan peserta juga mengalami peningkatan dari 50% menjadi 82%, yang menunjukkan bahwa program ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformasional .
Lebih dari itu, kegiatan ini berhasil membentuk Komunitas Pemuda Pecinta Pancasila sebagai wadah keberlanjutan program. Komunitas ini diharapkan menjadi motor penggerak berbagai kegiatan sosial di tingkat desa, seperti kampanye toleransi, dialog lintas agama, dan aksi sosial berbasis gotong royong.
Pemerintah Desa Sugihwaras memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program ini. Kepala desa menilai bahwa pendekatan yang digunakan lebih efektif dibandingkan pelatihan konvensional karena melibatkan masyarakat secara aktif.
Sementara itu, tokoh masyarakat dan pihak FKPT Jawa Timur merekomendasikan agar program serupa dapat direplikasi di desa-desa lain sebagai upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat dari tingkat akar rumput. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Istimewa
- Editor : Rizal IT