Stunting Magelang Turun ke 14,58 Persen, Germas Terus Diperkuat

MAGELANG || WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka menekan angka stunting dan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Magelang, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) terus diperkuat.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan RI bersama Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi Germas pada Jumat, (19/06/26) di Kabupaten Magelang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat demi melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan yang dihadiri 400 TP PKK dari Kecamatan Bandongan, Tempuran, Secang, Mertoyudan dan Dukun tersebut menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Magelang bersama perwakilan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.

Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menyampaikan bahwa, kualitas generasi muda menjadi faktor penting dalam menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia. Dimana, Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang sehat dan cerdas.

“Karena itu, pencegahan stunting dan tuberkulosis harus menjadi perhatian bersama. Karena, persoalan stunting dan TBC tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia dan produktivitas bangsa pada masa mendatang,” ucap Vita.

“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Dengan pola hidup sehat dan kepedulian bersama, kita dapat melahirkan generasi yang unggul dan produktif,” sambungnya.

Pemerintah Kabupaten Magelang saat ini mengalihkan fokus dari percepatan penurunan menuju pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan pada periode 2025-2029.

Berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), prevalensi stunting di Kabupaten Magelang pada 2024 tercatat sebesar 14,58 persen. Angka tersebut mendekati target nasional 14 persen.

Menurut Vita, dengan capaian persentase penekanan angka stunting untuk di kabupaten Magelang memang terbilang cukup baik. Namun, ia juga masih cukup memperhatikan angka stunting di beberapa daerah lain di Indonesia, karena ini masih menjadi bahan evaluasi buat kita semua untuk capaian angka yang baik secara merata di berbagai daerah.

Baca Juga  KBRI London Mempromosikan dan Membudayakan Bahasa Indonesia di Kancah Internasional

“Kami harap pemerintah juga memperhatikan program – program sosialisasi seperti ini yang menjadi jembatan tukar pikir dalam menyelesaikan permasalahan dan mencari solusi langsung di lapangan, dan bisa menyentuh langsung ke masyarakat. Sehingga bisa menekan kasus stunting secara baik dan merata,” tegasnya.

Ketua Penggerak PKK Kabupaten Magelang Dian Ekawati Grengseng Pamuji, menyebut capaian tersebut menjadi indikator penting pembangunan kesehatan daerah dalam jangka panjang. Di Kabupaten sudah hampir mencapai hampir menuju target nasional untuk progres program stunting.

“Kami juga menggerakkan kader PKK untuk giat rutin mensosialisasikan sampai ke warga di setiap lingkungan kampungnya,” terang Dian.

Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr. Lies Pramudiyanti, M.M., menekankan pentingnya pengawasan dan keterlibatan lintas sektor dalam program tersebut. Dimana, Stunting ini memang 30 persen di bidang kesehatan, sementara 70 persen sisanya di luar kesehatan,

“Sehingga, salah satu strategi kami adalah saling berkolaborasi dengan banyak OPD terkait bahkan juga dengan anggota DPR RI kali ini. Karena harapan kami bukan hanya menekan angka stunting tapi juga bercita – cita capai nol angka stunting di Kabupaten Magelang.” Ungkap dr. Lies.

Selain stunting, tuberkulosis masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Magelang menilai rendahnya penemuan kasus baru, kondisi lingkungan rumah, hingga ketidakpatuhan menjalani pengobatan menjadi tantangan utama dalam pengendalian TBC.

Melalui sosialisasi Germas, masyarakat diajak membiasakan pola hidup sehat, menjaga sanitasi lingkungan, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta rutin memeriksakan kesehatan guna mencegah munculnya penyakit menular maupun masalah gizi. (*)

  • Pewarta : Diwan Ndut
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Ronie Dwito

You may also like...