Wisuda Ke-121 Unesa Penuh Kisah Inspiratif

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Setiap momen gelaran pengukuhan wisuda jenjang Sarjana Terapan, Sarjana, Magister dan Doktor yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) selalu menghadirkan kisah inspiratif.

Termasuk, dalam pengukuhan Wisuda Ke 121 bertema “Wisudawan Unesa Berintegritas, Inovatif dan Kolaboratif Dalam Mewujudkan Indonesia Tangguh” pada Rabu, (12/08/26) di Graha Unesa Surabaya dengan dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr, Ir. Andi Amran Sulaiman yang memberikan orasi serta kerja sama riset pertanian.

Dari ribuan wisudawan yang dikukuhkan langsung oleh Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes, ada beberapa lulusan yang menghadirkan kisah inspiratif. Salah satunya, adalah wisudawan Tertua bernama Tri Prasetiyowati yang berhasil lulus dan meraih gelar Magister (S2) Bimbingan dan Konseling.

Ribuan mahasiswa Unesa ikuti prosesi pengukuhan Wisuda Ke 121. (Foto : Tulus/Warta Indonesia)

Meskipun sudah berusia 72 tahun dan memiliki cucu, perempuan asal Trenggalek ini tidak pernah patah semangat untuk terus menempuh pendidikan hingga meraih gelar magister. Tri kembali berkuliah setelah sempat menghentikan pendidikan pada semester empat karena menikah dengan suaminya yang merupakan anggota TNI Angkatan Laut (AL).

“Sebenarnya dulu itu saya pernah kuliah, tapi berhenti sampai semester empat saja karena saya menikah dengan suami saya kebetulan dari AL dan akhirnya kuliahnya putus,” kata Tri, Rabu (12/08/26).

Menurut Tri, semua ini berkat dorongan semangat dari suami tercinta dan anak anaknya. Sekaligus, ingin memberikan contoh dan motivasi kepada seluruh masyarakat khususnya generasi muda untuk terus semangat belajar dan merah mimpi.

“Usia hanyalah angka yang tidak bisa menghalangi kita semua untuk terus maju dan berkarya agar bisa mencapai mimpi serta cita cita,” terangnya penuh senyum.

Selain itu, ada wisudawan pasangan suami istri asal Kalimantan Timur yang lulus bersamaan dari program Manajemen Pendidikan S2 yaitu Lis Purwanty (36) dan Obi Sandi (37). Meskipun, memiliki kesibukan yang luar biasa sebagai guru dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di IKN, pasangan ini tidak ingin terhalang untuk bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Baca Juga  Program “Fun and Brainy”, Bukti Keberhasilan Kurikulum Buah Hati School

“Anak anak kami yang menjadi penyemangat utama terus melanjutkan kuliah di Unesa meskipun hanya Sabtu Minggu full melalui online. Dan kami bangga bisa lulus bersamaan dengan wkatu yang cukup cepat,” tandas Lis Purwanty.

Sedangkan, Adhiwisudawan dan Lulusan Terbaik ada Nely Dias Febrianti dari S1 PGSD yang meraih predikat Adhiwisudawan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dengan IPK 3,99. Sementara, Nursamsu meraih predikat terbaik program doktor (S3) dengan IPK sempurna 4,00.

Dikesempatan yang sama, Rektor Unesa yang akrab disapa Cak Hasan menghimbau kepada seluruh wisudawan untuk memahami pergerakan perubahan yang egitu cepat. Karena, lulus kuliah bukan berarti semua sudah selesai namun merupakan langkah awal untuk memasuki babak baru.

“Wisudawan harus menjadi pribadi yang unggul dan tangguh. Unggul, tidak hanya dari aspek akademik yang bisa diukur dari capaian IPK, tetapi juga sikap dan mentalitas,” ungkap Cak Hasan.

Dalam kesempatan pengukuhan wisudawan tersebut, Unesa dan Kementan RI juga melaksanakan MoU terkait kolaborasi mengembangkan benih kedelai unggul melalui pemanfaatan lahan seluas 56 hektare untuk mendukung percepatan swasembada kedelai nasional.

Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan riset, dukungan sarana produksi, hingga pelibatan mahasiswa dalam pembelajaran berbasis pengalaman dan kontribusi di sektor pertanian. Selain itu, Kementan juga memberikan bibit gratis, traktor, roda empat secara gratis. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Editor : Rizal IT

You may also like...