Kesbangpol Kota Magelang Himbau Remaja Cerdas Hadapi Hoaks Politik

MAGELANG || WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka memberikan pemahaman dasar mengenai politik, demokrasi, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Magelang adakan Seminar Pendidikan Politik.

Menggandeng Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Magelang, Seminar Pendidikan Politik yang diadakan pada Rabu, (19/08/26) ini melibatkan siswa SMA-SMK Kristen Kota Magelang.

Ketua Bawaslu Kota Magelang, Maludin Taufiq mengatakan bahwa, kegiatan seminar pendidikan politik ini bertujuan untuk memberikan pendidikan politik kepada kalangan remaja yang mulai memasuki usia sebagai pemilih pemula.

“Pendidikan politik bagi generasi muda menjadi penting karena pemilih dari kalangan milenial dan Generasi Z akan memiliki peran besar dalam menentukan arah demokrasi pada masa mendatang,” kata Taufiq.

Selain itu, lanjut Taufiq, peserta juga didorong agar tidak menjadi pemilih yang sekadar datang ke tempat pemungutan suara, tetapi mampu menentukan pilihan secara kritis berdasarkan informasi yang benar. Terlebih lagi, derasnya arus informasi yang diterima generasi muda melalui media sosial. Media sosial dapat menjadi sumber pengetahuan politik, tetapi di sisi lain juga berpotensi menjadi ruang penyebaran hoaks, informasi yang menyesatkan, hingga propaganda politik.

“Generasi milenial dan generasi Z sudah pasti akan banyak mendapat berbagai informasi dari media sosial, baik berupa data politik bahkan bisa hoaks yang tersebar,” terangnya.

Menurut Taufiq, edukasi semacam ini penting adanya dalam menambah wawasan tentang politik, khususnya dalam haknya sebagai pemilih pemula agar tidak mudah terhasut oleh berita hoaks atau politik uang.

Besarnya peran pemilih muda juga terlihat dari komposisi pemilih pada Pemilu 2024. Berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) nasional yang dikutip Bawaslu, pemilih Generasi Z mencapai 46.800.161 orang atau 22,85 persen. Sementara pemilih generasi milenial mencapai 66.822.389 orang atau 33,60 persen. Jika digabungkan, kedua kelompok tersebut mencapai 113.622.550 pemilih atau sekitar 56,45 persen dari total DPT Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih.

Baca Juga  Dorong Tingkatkan Kapasitas Poktan, Disperpa Kota Magelang Gelar Pelatihan Kelembagaan

Perwakilan Kesbangpol Kota Magelang, Agus Sobir, menambahkan, hak memilih bagi warga negara yang telah memenuhi ketentuan telah dijamin oleh undang-undang. Para remaja perlu memahami bahwa hak suara bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara.

“Pentingnya memahami arti satu suara dalam proses demokrasi. Karena, satu suara sangat penting bagi kelanjutan kedepannya dalam suatu pemerintahan,” tandas Agus.

Pendidikan politik tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran generasi muda menjelang Pemilu 2029. Para calon pemilih pemula diharapkan mulai mengenal proses demokrasi, memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih, serta memiliki kemampuan untuk menilai informasi politik secara kritis.

Bagi generasi yang tumbuh bersama teknologi digital, kecakapan tersebut menjadi semakin penting. Bawaslu sendiri sebelumnya menekankan bahwa partisipasi generasi muda tidak cukup hanya diwujudkan dengan datang ke TPS, tetapi juga melalui keterlibatan dalam menjaga pemilu agar berlangsung secara berintegritas.

“Pemilih pemula diharapkan tidak hanya menjadi objek dalam kontestasi politik, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam mengawal demokrasi, termasuk menolak politik uang, tidak menyebarkan hoaks, serta menggunakan hak pilih berdasarkan pertimbangan yang rasional dan bertanggung jawab,” ungkap Agus. (*)

  • Pewarta : Diwan Ndut
  • Foto : Diwan
  • Editor : Ronie Dwito

You may also like...