Dosen Unesa Berikan Pelatihan Pembelajaran Bahasa Jerman Berbasis Budaya
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Tingkatkan kompetensi guru Bahasa Jerman dalam mengintegrasikan bahasa, budaya, kompetensi interkultural, dan isu keberlanjutan dalam pembelajaran, Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI) Cabang Jombang mengadakan pelatihan.
Pelatihan pembelajaran Bahasa Jerman Berbasis Budaya (Kulturbezogenes Lernen) yang diadakan secara daring pada Sabtu, (15/08/26) lalu dengan dihadiri 14 guru Bahasa Jerman ini menghadirkan narasumber Dosen Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Audrey Gabriella Titaley, S.Pd., M.Hum.,
Dalam pemaparannya, Audry Gabriella memberikan materi yang diperolehnya sebagai penerima beasiswa pelatihan Goethe-Institut program “Kulturbezogenes Lernen und Deutschland erleben” (L 2.2) di Berlin, Jerman pada 6–17 Juli 2026 lalu.

“Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar untuk berbagi wawasan dan praktik pembelajaran budaya yang dapat diadaptasi oleh guru Bahasa Jerman sesuai dengan konteks pembelajaran di Indonesia,” kata Audry, Senin, (24/08/26) di Surabaya.
Pelatihan diawali dengan pembahasan mengenai hubungan erat antara bahasa dan budaya dalam pembelajaran bahasa asing. Konsep utama yang diperkenalkan adalah kulturbezogenes Lernen, yaitu pembelajaran yang menempatkan budaya sebagai bagian integral dalam proses belajar bahasa.
Peserta didik tidak hanya menerima informasi faktual mengenai negara-negara berbahasa Jerman, tetapi didorong untuk mengamati, membandingkan, bertanya, berdiskusi, dan melakukan refleksi terhadap fenomena budaya.
“Pendekatan ini menunjukkan perkembangan dari Landeskunde yang cenderung berorientasi pada pengetahuan mengenai negara menuju pembelajaran yang lebih reflektif dan berorientasi pada pengembangan kompetensi intercultural,” terangnya.
Materi pelatihan juga mengintegrasikan Sustainable Development Goals (SDGs). Kulturbezogenes Lernen mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran yang kontekstual, inklusif, dan mengembangkan kompetensi global.
Pembelajaran lintas budaya dapat dikaitkan dengan SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui pengembangan sikap menghargai keberagaman serta kesadaran terhadap stereotip dan prasangka.
Sedangkan, tema Reisen dan Nachhaltigkeit juga dapat mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production), misalnya dengan mengajak peserta didik membandingkan pilihan transportasi, perilaku wisata, pola konsumsi, dan kebiasaan sehari-hari yang lebih berkelanjutan.
Melalui webinar ini, para guru diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran Bahasa Jerman yang lebih komunikatif, kontekstual, reflektif, interkultural, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Jerman tidak hanya meningkatkan kompetensi kebahasaan peserta didik, tetapi juga mengembangkan keterbukaan terhadap keberagaman, kemampuan melihat berbagai perspektif, kesadaran lingkungan, dan kompetensi sebagai bagian dari masyarakat global.
Audrey Gabriella Titaley juga menyampaikan terima kasih kepada IGBJI Cabang Jombang atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para guru Bahasa Jerman, khususnya materi yang diperoleh dan dikembangkan setelah mengikuti pelatihan Goethe-Institut di Berlin.
“Kegiatan berbagi seperti ini penting agar wawasan dan pengalaman dari pelatihan dapat diteruskan serta dimanfaatkan dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Jerman di sekolah,” ungkap Audrey.
Audrey juga menegaskan, pembelajaran bahasa berbasis budaya diharapkan dapat membantu siswa mengenal budaya sendiri sekaligus budaya Jerman. Sehingga, siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga belajar memahami perbedaan dan melihat suatu hal dari berbagai perspektif.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan kompetensi interkultural, sikap terbuka terhadap keberagaman, serta kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi secara lebih tepat dalam situasi lintas budaya. Hal ini sekaligus memperkuat kontribusi pembelajaran Bahasa Jerman terhadap SDG 4 (Quality Education) dan SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui pendidikan yang mendorong penghargaan terhadap keragaman budaya.
Ketua IGBJI Jombang, Deviana Kusumawati, S.Pd yang juga menjadi peserta asal SMAN 1 Puri Mojokerto mengaku pelatihan tersebut memberikan banyak manfaat bagi para guru. Karena, bisa menambah wawasan baru bagi Guru bagaimana mengajar bahasa Jerman supaya lebih menarik dan metodik didaktik bagaimana mengajar dengan mengintegrasikan hal hal penting budaya dan tema tema SDGs pada pembelajaran. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Istimewa
- Editor : Rizal IT