Tingkatkan Kualitas Layanan, OJK Dorong Konsolidasi BPR

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka memperkuat struktur, ketahanan, efisiensi dan daya saing, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong konsolidasi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

Upaya konsolidasi tersebut diwujudkan melalui penggabungan empat BPR Nusumma. Diantaranya, PT BPR Nusumma Jateng, PT BPR Nusumma Jawa Barat dan PT BPR Nusumma Jogja ke dalam PT BPR Nusumma Jatim.

Peresmian penggabungan empat BPR Nusumma tersebut ditandai dengan penyerahan Salinan Keputusan Pemberian Izin Penggabungan pada Rabu, (26/08/26) lalu di Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Plh. Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran menyampaikan bahwa, konsolidasi empat BPR Nusumma ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan serta kontribusinya terhadap perekonomian dan masyarakat di daerah.

“Penggabungan empat BPR dengan kepemilikan yang sama tersebut merupakan bagian dari penguatan kelembagaan BPR sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK),” ucap Horas mellaui rilis resminya, Selasa, (15/09/26) di Surabaya.

Horas juga menegaskan, OJK akan terus mendorong penguatan dan konsolidasi BPR/S untuk membangun industri yang sehat, efisien, berintegritas, dan berdaya saing serta mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Sedangkan, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Provinsi Jawa Timur Nasirwan berharap, konsolidasi tersebut dapat meningkatkan kapasitas BPR dalam menghadapi perkembangan industri jasa keuangan dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

“Dengan dilaksanakannya penggabungan keempat BPR, diharapkan konsolidasi ini dapat memperkuat struktur dan kapasitas BPR,” terangnya.

Menurut Nasirwan, penggabungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan permodalan, memperkuat kecukupan dan keandalan infrastruktur teknologi informasi, serta meningkatkan penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik.

Baca Juga  Terjaganya Stabilitas Sektor Jasa Keunagan Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional

“Dengan kapasitas yang semakin kuat, BPR hasil konsolidasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan daya saing, sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tandasnya.

Perlu diketahui, PT BPR Nusumma Jateng berkedudukan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, PT BPR Nusumma Jawa Barat di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, PT BPR Nusumma Jogja di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan, PT BPR Nusumma Jatim sebagai BPR penerima penggabungan berkedudukan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

“Keberadaan BPR yang sehat, kuat, dan berdaya saing memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat, khususnya melalui penyediaan layanan perbankan yang mudah diakses serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di daerah,” ungkap Nasirwan.

Nasirwan juga menjelaskan telah menyerahkan Salinan Keputusan Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Calon Pemegang Saham Pengendali (PSP), Calon Anggota Dewan Komisaris, dan Calon Anggota Direksi PT BPR Nusumma Jatim hasil penggabungan.

Secara nasional, hingga Mei 2026, kinerja industri BPR dan BPR Syariah (BPR/S) tetap tumbuh positif. Total aset BPR/S tercatat sebesar Rp239,26 triliun atau tumbuh 4,16 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp168,64 triliun atau tumbuh 4,24 persen yoy, sementara kredit yang diberikan mencapai Rp178,52 triliun atau tumbuh 3,89 persen yoy. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Rizal IT

You may also like...