Kembangkan Kreatifitas Karawitan, Dosen FBS Unesa Latih Anak Anak Belajar Gending Kreasi
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka mengenalkan dan mengembangkan kreativitas karawitan pada anak-anak, Dosen Program Studi S1 Musik, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai Joko Winarko dengan anggota Agus Suwahyono, Vivi Ervina Dewi dan Marda Putra Mahendra tersebut berlangsung sukses melalui Pelatihan Gending Karawitan Kreasi pada 10-27 September 2026 lalu di Sanggar Baladewa Surabaya.
Joko Winarko menyampaikan bahwa, kegiatan ini bertujuan mengembangkan kreativitas karawitan pada anak-anak melalui pembelajaran gamelan yang partisipatif, kontekstual, dan sesuai dengan karakter generasi muda.
“Dimana, tim dosen berupaya mendekatkan seni tradisi kepada anak-anak perkotaan yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital dan popularitas musik modern,” ucap Joko melalui rilis resminya, Senin, (02/11/26).
Menurut Joko, ditengah keseharian generasi muda yang akrab dengan media digital dan budaya populer, karawitan perlu dihadirkan melalui pendekatan pembelajaran yang menarik, kreatif, dan relevan.
“Pelatihan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal gamelan secara langsung, berlatih bersama, serta mengembangkan kreativitas musikal sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap seni tradisi,” terangnya.
Hebatnya, pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama tersebut berupa Gending Kreasi yang diimplementasikan pada pertunjukan pakeliran Wayang Anak dengan lakon “Anoman Jagoan Mengasikkan” dan dipentaskan dalam kegiatan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV pada 01 Oktober 2026 di Taman Budaya Yogyakarta.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan bermusik peserta, tetapi juga mendorong keberlanjutan pewarisan seni karawitan di lingkungan perkotaan,” tegas Joko.
Anak-anak sebagai generasi penerus diharapkan dapat mengenal, memainkan, dan mengembangkan seni tradisi sebagai bagian dari identitas budaya di tengah perubahan zaman.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran seni, SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan Sanggar Baladewa.
“Melalui kegiatan ini, dosen Prodi S1 Musik FBS UNESA berharap terbangun kerja sama berkelanjutan dengan Sanggar Baladewa untuk memperluas kesempatan anak-anak dalam belajar, berkreasi, dan mengapresiasi seni karawitan,” ungkap Joko. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Istimewa
- Editor : Rizal IT