Fesyar 2020 Langkah BI Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, Jawa memiliki peran besar. Dimana, ekonomi syariah terus berkembang dengan tren yang terus meningkat dalam 1 dekade. Dengan jumlah pesantren mencapai 75,51% dari total nasional, Jawa menjadi poros pemberdayaan ekonomi pesantren nasional.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah dalam kesempatan Media Breafing secara virtual pada Rabu, 30 September 2020 yang membahas kegiatan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2020 bertema Akselerasi Peran Ekonomi Syariah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional.

Difi Ahmad Johansyah menjelaskan bahwa, kegiatan Fesyar 2020 tahun Ke 7 ini sebagai salah satu rangkaian menuju Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF), sebuah event ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia.

“Kegiatan Fesyar Jawa 2020 merupakan penyelenggaraan Fesyar virtual pertama. Penyelenggaraan Fesyar tahun ini juga mengedepankan engagement antara Bank Indonesia dengan pelaku usaha, UMKM serta masyarakat luas lainnya,” ucap Difi, Rabu, (30/09/20).

“Selain itu, pengembangan UMKM dan pendalaman ekonomi syariah tidak hanya berhenti pada momen Fesyar saja, namun BI berkomitmen untuk menindaklanjuti dan melakukan pendampingan sampai UMKM on boarding,” sambungnya.

Kegiatan Fesyar Regional Jawa 2020 yang akan berlangsung secara virtual pada 5-10 Oktober 2020 nanti, lanjut Difi, akan menampilkan dan mempromosikan berbagai produk serta kegiatan terkait ekonomi syariah secara terstruktur di seluruh regional Jawa.

Gelaran Fesyar Regional Jawa 2020 sendiri, terdiri dari Sharia Forum dan Sharia Fair. Sharia Forum merupakan rangkaian kegiatan seminar, talkshow & workshop serta business coaching, sedangkan Sharia Fair menghadirkan virtual expo, fashion show, coaching clinic dan business matching.

“Berbagai kegiatan pra Fesyar juga terus dilakukan dalam mendukung akselerasi ekonomi syariah di Jawa khususnya Jawa Timur,” terangnya.

Dikesempatan yang sama, Imam Subarkah selaku Ketua Fesyar Regional Jawa 2020 menambahkan bahwa, salah satu kegiatan pra Fesyar yang cukup banyak mendapatkan respon yang sangat positif adalah lomba kreasi coklat, dimana antusiasme peserta terasa sampai dengan komunitas WNI di New York. Hal tersebut merupakan dukungan yang cukup positif dalam mendukung ide-ide kreatif pengembangan industri coklat di Indonesia khususnya Jawa Timur.

“Dalam mendukung akselerasi ekonomi syariah, BI juga bersinergi dengan Pemprov Jatim beserta stakeholders lainnya. Diantaranya, sinergi program OPOP yang memiliki potensi yang sangat besar dengan 3 pilar utama yang dimilikinya,” papar Subarkah.

Sedangkan, Harmanta selaku Deputy Kepala Perwakilan BI Prov. Jatim menjelaskan bahwa, berbagai upaya dalam mendukung UMKM go Global dan UMKM go digital juga dilakukan dalam rangkaian kegiatan Fesyar. Pada tahun ini UMKM akan mendapatkan kelas business coaching secara khusus mulai dari branding, persiapan on boarding di marketplace, dukungan standarisasi produk makanan minuman yang layak edar, standarisasi halal, hingga cara bagaimana meraih pasar global. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Tulus
  • Penerbit : Dwito

You may also like...