OJK Maksimalkan Sosialisasi Edukai Pasar Modal Terpadu 2022

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Melalui kegiatan Halal Bihalal bersama rekan media Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memaksimalkan kegiatan sosialisasi Edukasi Pasar Modal Terpadu 2022.

Dalam kegiatan Halal Bihalal yang diadakan pada Senin, (23/05/22) di Surabaya yang dihadiri oleh Kepala Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi memaparkan perkembangan Pasar Modal.

Bambang Mukti Riyadi menyampaikan bahwa, media merupakan ujung tombak untuk menyampaikan informasi terbaik, akurat dan terpercaya kepada masyarakat. Oleh karena itu, dalam kesempatan halal bihalal OJK kembali memaparkan sosialisasi Edukasi Pasar Modal Terpadu 2022.

“Kami berharap sinergitas bersama rekan media yang sudah terjain baik ini bisa terus terjaga dan saling mendukung untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Bambang.

Menurut Bambang, sejak awal peluncuran Securities Crowdfunding (SCF) di awal tahun 2021 lalu, OJK sudah mencatat jumlah pemodal terus meningkat. Dan peningkatan ini, seiring dengan antusiasme pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mencari dana di pasar modal.

Dalam kesempatan pemaparan, Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal A1 OJK, Luthfy Zain Fuadi yang menjadi narasumber menjelaskan, sebanyak 6.495 investor telah mendanai 17 UMKM di Jawa Timur. Dan sampai saat ini total dana yang dihimpun mencapai Rp25,04 miliar.

“Untuk diketahui crowdfunding merupakan skema baru penggalangan dana bersama atau upaya kolektif dari sejumlah individu secara online menggunakan sebuah platform atau media sosial crowdfunding,” terang Luthfy.

Crowdfunding juga bentuk dari crowdsourcing dan keuangan alternatif yang kian banyak dimanfaatkan orang untuk membantu para pengusaha maupun UKM pemula.

Dengan meroketnya popularitas fintech saat ini, investasi crowdfunding telah menjadi alternatif untuk menghimpun dana tanpa perlu masuk bursa (go public) atau penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

Baca Juga  OJK Komitmen Terus Upayakan Penyelesaian Kasus Perusahaan Asuransi

Crowdfunding menjangkau pelaku usaha yang sedang merintis usaha kecil dan ritel hingga industri kreatif supaya bisa meningkatkan kapasitas produksi agar tumbuh lebih cepat.

I Gede Nyoman Yetna Direktur Penilaian Perusahaan PT BEI juga memaparkan terkait bahwa, perkembangan Equity/Securities Crowdfunding yang pesat dinilai menjadi alternatif sumber pendanaan yang cepat, mudah dan murah bagi kalangan generasi muda dan UKM yang belum bankable untuk mengembangkan usaha.

“Pada 2021 masih ada tujuh platform. Sekarang sudah ada 10 platform penyelenggara yang telah mengantongi ijin OJK,” papar Nyoman.

Serupa dengan pasar bursa, di securities crowdfunding, investor bisa membeli efek yang bersifat ekuitas (saham) dan efek bersifat utang atau sukuk (EBUS). Nantinya, investor akan mendapatkan keuntungan atau capital gain dalam bentuk dividen atau bagi hasil dari keuntungan bisnis tersebut. Keuntungan tersebut akan dibagikan secara periodik. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Tulus
  • Penerbit : Dwito

You may also like...