Pertamina Tertarik Kembangkan Mesin Ventilator Buatan Unair

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co –  PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (Pertamedika IHC) tertarik berkolaborasi pemproduksi mesin ventilator buatan Universitas Airlangga (Unair) untuk bisa didistrubusikan di berbagai rumah sakit.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Pertamedika IHC, Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, usai melakukan penandatanganan MoU dengan Unair pada Rabu, (01/09/21) lalu di Ruang Rektor Unair.

Dr. Fathema mengatakan bahwa, pihak Peramediaka IHC sangat penghargai kreativitas yang dihasilkan oleh anak Bangsa. Sebab karya-karya anak bangsa itulah yang dapat membuat Indonesia menjadi negara yang mandiri. Salah satunya ventilator karya Unair.

“Saya membayangkan Indonesia bisa mencukupi kebutuhkan kesehatan secara mandiri. Salah satu yang tercepat (risetnya, Red) adalah mesin venilator dari UNAIR,” ucap Fathema, Jumat, (10/09/21).

Perlu diketahui, Unair menjalin kerja sama dengan PT Pertamedika IHC terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.

Sebagai informasi, produk mesin ventilator buatan UNAIR tersebut merupakan inovasi dari Dr. Anggraini Dwi Sensusiati, dr. Sp.Rad (K) dari Fakultas Kedokteran bersama tim. Inovasi tersebut diciptakan untuk mencukupi ketersediaan ventilator mekanis yang secara teknis dan klinis memenuhi persyaratan untuk membantu penanganan pasien Covid-19 yang mengalami gangguan pernapasan.

Inovasi yang dikembangkan bersama mitra Institut Teknologi Sepuluh Nopember tersebut dapat menghasilkan teknologi ventilator nasional untuk memenuhi kriteria penggunaan di ruang perawatan ICU.

Fathema berharap, adanya kolaborasi dengan UNAIR kali ini dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan mewujudkan ketahanan kesehatan nasional.

Sementara itu, Rektor UNAIR Prof Nasih menyebut bahwa inovasi tidak berarti tanpa adanya kolaborasi. Pihaknya berharap, kerja sama dengan Pertamedika IHC dapat membawa kemanfaatan dan kebermaknaan untuk bangsa Indonesia.

“Tanpa kolaborasi, inovasi tidak akan menemukan jalannya, termasuk institusi kesehatan. Sesuai renstra (rencana strategis, Red) UNAIR, kami ingin keberadaan kami di bidang apapun harus meaningful,” terang Rektor.

Baca Juga  Memasuki Tahapan WFO, Pertamina Wajibkan Seluruh Staf Ikut Rapid Test

Selama ini UNAIR telah menjalin kerja sama dengan RSUD dr Soetomo, selain memiliki rumah sakit yaitu Rumah Sakit UNAIR. Kerja sama dengan Pertamedika IHC diharapkan dapat mengembangkan inovasi yang sudah dilakukan UNAIR, utamanya dalam hal riset dan pengembangan layanan kesehatan. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...