Ini Keseruan Film Drama Komedi Terbaru Berjudul Suka Duka Tawa

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Meskipun belum diputar secara serentak di bioskop kesayangan di Indonesia, film drama komedi terbaru produksi BION Studios bersama Spasi Moving Image mampu mengundang tawa dan derai air mata para penonton.

Hal tersebut dirasakan penonton saat diajak keseruan acara Nonton Duluan serentak film berjudul “Suka Duka Tawa” pada Sabtu, (28/12/25) di 7 Kota (Jakarta, Bogor, Solo, Tangerang, Makasar, Lampung) termasuk di bisokop XXI Grand City Surabaya.

Film “Suka Duka Tawa” yang bakal ditayangkan pada 8 Januari 2026 mendatang di seluruh bioskop di Indonesia ini di sutradarai oleh Aco Tenriyagelli dan Produser Tersi Eva Ranti.

Sedangkan, pemeran utamanya dimainkan oleh Rachel Amanda (Tawa) aktris, penyanyi dan model, Rifnu Wikana (Keset Ayah Tawa) seorang actor dan Marissa Anita (Mama Cantik Ibu Tawa) seorang aktris sekaligus konten creator. Serta, di dukung beberapa komika hebat.

Meskipun terdengar sangat komedi, tapi film ini bukan cuma soal tawa. Justru mengajak penonton menertawakan luka-luka lama yang belum sepenuhnya sembuh, lalu memeluknya dengan hangat sebelum melangkah ke tahun baru.

Alhasil, film drama komedi yang penuh tawa dan cerita sedih ini langsung mendapat sambutan antusias para penonton saat Nonton Duluan. Banyak penonton mengaku tertawa, terdiam, lalu tersentuh di saat yang sama.

Aco Tenriyagelli mengatakan bahwa, kombinasi emosi inilah yang membuat film Suka Duka Tawa terasa relevan untuk semua kalangan. Terutama, generasi muda yang akrab dengan humor sebagai mekanisme bertahan hidup.

“Film ini diamu cerita dengan sudut pandang unik tentang bagaimana seseorang berdamai dengan masa lalu melalui dunia stand-up comedy,” ucap Aco.

Menurut Aco, dunia stand-up comedy terasa representatif. Melalui film drama komedi ini bisa menjadi film Pembuka di tahun 2026 yang lebih dari sekadar hiburan bagi masyarakat.

Baca Juga  Intimate Wedding Kampi Hotel Berikan Kesan Istimewa Tak Terlupakan Bagi Pasangan Pengantin

Sedangkan, Produser Tersi Eva Ranti menilai film ini menunjukkan karakter kuat Aco sebagai pembuat film. Dimana, film ini menunjukkan kepekaannya dalam bercerita memberi ruang bagi penonton untuk tertawa, terharu, dan merefleksikan luka masing-masing.

Keseruan film Suka Duka Tawa ini juga dirasakan Monica (30) salah satu penonton asal Surabaya yang mengaku tertawa dari awal film diputar. Namun, endingnya bikin mewek dan meneteskan airmata karena bersatunya kembali keluarga yang terpecah.

“Aku piker film Indonesia itu hampar. Tapi, ternyata film Suka Duka Tawa ini pecah. Lucu bikin ketawa tapi juga bikin mewek,” ungkap Monic sembari tertawa.

Alih-alih tampil sebagai drama keluarga biasa, film Suka Duka Tawa hadir sebagai ruang refleksi. Film ini menawarkan gagasan sederhana tapi kena: luka hidup bisa diolah lewat komedi. Bahkan, tawa bisa menjadi bahasa paling jujur untuk membicarakan kehilangan.

Di balik tawa, film ini juga kuat di sisi drama keluarga. Hubungan Tawa dengan Ibu Cantik (Marissa Anita) dan ayahnya, Keset (Teuku Rifnu Wikana), menjadi jantung emosional cerita. Relasi orang tua dan anak digambarkan apa adanya: penuh salah paham, rasa bersalah, dan kasih sayang yang sulit diucapkan. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Penerbit : Rizal IT

You may also like...