Whulyan Attire Usung “Women of Rooted” di Soerabaia Fashion Trend 2027
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Melalui ajang bergengsi Soerabaia Fashion Trend (SFT) 2027, para pebisnis fesyen designer muda saling unjuk koleksi terbaik. Termasuk, Whulyan Attire yang berkolaborasi bersama Quds Tekstil menghadirkan konsep “Women of Rooted”.
Ajang bergengsi SFT 2027 yang di selenggarakan Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 14 – 16 Agustus 2026 di Ciputra World Mall Surabaya ini melibatkan ratusan talenta dan puluhan designer muda berbakat.
Ayu Wulan Owner Whulyan Attire mengatakan bahwa, melalui SFT 2027 ini, membawa fashion Surabaya memasuki era baru. Bagaimana, manusia, teknologi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan tanpa mengorbankan identitas kreatif.
“Sedangkan kami, menghadirkan konsep “Women of Rooted” yaitu sebuah koleksi yang mengangkat filosofi akar sebagai simbol kekuatan, ketahanan, identitas, dan kehidupan,” kata Ayu Wulan saat dijumpai pada Minggu, (16/08/26) di Ciputra World Mall Surabaya.
Menurut Ayu Wulan, koleksi yang diusung ini berangkat dari sebuah pertanyaan sederhana yaitu Apa yang membuat seorang perempuan tetap berdiri, bertumbuh, dan terus berkarya di tengah perubahan zaman.
“Akar mungkin tidak selalu terlihat, tetapi ia menjadi fondasi yang membuat sebuah pohon mampu berdiri kokoh. Ia menyerap kehidupan dari tanah, menyalurkan kekuatan, dan memungkinkan sesuatu yang baru untuk terus tumbuh,” terangnya.
Filosofi tersebut diterjemahkan Whulyan ke dalam busana yang mempertemukan kekuatan struktur dengan kelembutan feminin. Siluet yang elegan berpadu dengan detail tekstil, embroidery, beadwork, dan eksplorasi motif akar serta botanical yang menggambarkan perjalanan dari dalam menuju kehidupan yang lebih besar.
Ayu Wulan menegaskan, “Women of Rooted” bukan sekadar tentang perempuan yang terlihat kuat. Namun, ini adalah tentang perempuan yang memiliki akar. Akar yang berasal dari nilai yang diyakini, keluarga yang membentuk, pengalaman yang mendewasakan, cinta yang menguatkan, serta identitas yang tidak mudah hilang meskipun zaman terus berubah.
Salah satu pesan penting dalam koleksi ini adalah perspektif Whulyan mengenai sustainability. Bagi Whulyan, keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang penggunaan material yang ramah lingkungan. Sustainability juga berarti menghargai proses, kualitas, craftsmanship, dan umur sebuah karya.
Sebuah busana yang dibuat dengan material berkualitas dan proses pengerjaan yang panjang tidak seharusnya kehilangan nilainya hanya karena sebuah musim telah berlalu.
“Karya dapat bertumbuh, bertransformasi, dan menemukan makna baru. Kami juga berkolaborasi dengan penenun untuk mengolah kembali limbah benang tidak terpakai, dan memasukkan kedalam detail desain kali ini. Sehingga kemewahan dan kearifan menyatu didalam komposisi desainnya,” ungkap Ayu Wulan.
Kolaborasi Whulyan dan Quds Tekstil mempertemukan kekuatan desain dengan kekayaan eksplorasi tekstil. Wastra dan detail tekstil tidak ditempatkan sekadar sebagai ornamen, tetapi menjadi bagian dari bahasa visual yang membawa cerita tentang akar, perjalanan, dan keberlanjutan.
Melalui “Women of Rooted”, Whulyan ingin menyampaikan bahwa perempuan tidak harus memilih antara menjadi kuat atau menjadi lembut. Ia dapat menjadi keduanya. Karena kekuatan tidak selalu berbentuk keras.
Kadang, kekuatan justru hadir dalam kemampuan untuk tetap berakar, terus bertumbuh, beradaptasi, dan memberi kehidupan bagi orang-orang di sekitarnya. Akar adalah fondasi kekuatan. Perempuan adalah kehidupan. Dan dari akar yang kuat, lahirlah perempuan yang terus tumbuh dengan keanggunan, keberanian, dan tujuan. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Istimewa
- Editor : Rizal IT