GWM Tank Kuasai Gurun Terjang di Ajang Taklimakan Rally 2026

JAKARTA || WARTAINDONESIA.co – Setelah empat etape, GWM secara dominan telah unggul di setiap kategori kendaraan produksi T2 di ajang Taklimakan Rally 2026.

Di kategori T2.E new-energy production, Pau Navarro dan Jan Rosa secara keseluruhan berhasil meraih kemenangan dengan GWM Tank 700 Hi4-T, disusul rekan satu tim mereka, Nicolás Cavigliasso dan Valentina Pertegarini, di posisi kedua, serta Gerard Farres dan Bruno Jacomy di posisi ketiga.

Taklimakan tidak peduli pada klaim besar. Malam hari menghadirkan suhu dingin yang menusuk tulang, matahari siang menyengat tanpa ampun, dan satu kelengahan kecil dapat membuat kendaraan tertelan pasir lunak yang sulit ditaklukkan.

SS3 membentang sejauh 468 kilometer, menjadi special stage terpanjang yang pernah dihadapi reli ini dalam beberapa tahun terakhir. SS2 menembus Gurun Kumtag sejauh 293 kilometer. Di medan gurun, suhu mesin dapat melonjak dengan cepat, dan ruang untuk melakukan kesalahan nyaris tidak ada.

GWM menyelesaikan keempat etape tanpa satu pun kendaraan berhenti karena masalah mekanis. Ini bukan sekadar keberuntungan. Ketika sebuah kendaraan ditempatkan langsung di medan gurun dengan segala tantangannya, hasil seperti inilah yang menjadi pembuktiannya.

GWM Tank 700 Hi4-T yang turun di kompetisi T2.E menggunakan powertrain yang sama dengan kendaraan versi produksi pabrik. Mesin 3.0T V6, sistem hybrid Hi4-T, transmisi, dan arsitektur penggerak empat rodanya tidak mengalami perubahan.

Kendaraan ini disiapkan sesuai persyaratan homologasi T2.E: perangkat keselamatan yang dipasang sesuai standar regulasi tanpa ada satu pun perubahan pada cara mesin dan sistem hybrid menyalurkan tenaga ke roda.

Artinya, setiap kilometer yang ditempuh dalam reli ini menjadi pembuktian nyata bagi platform produksi dalam kondisi ekstrem. Apa pun yang coba dipatahkan oleh gurun, sistem Hi4-T mampu menahannya.

Baca Juga  SUV Double Cabin “NEW PEUGEOT LANDTREK” Kendaraan Multiguna

SUV produksi massal ini berhasil melewati empat etape berturut-turut di Taklimakan tanpa mengalami kerusakan.

GWM mengikuti reli ini dengan empat tim pabrikan, dua belas pasangan pembalap dan navigator dari China maupun internasional, serta kamp khusus seluas 5.000 meter persegi di luar Korla.

Seluruh kru bekerja tanpa henti: mobil berangkat, mobil kembali, lalu tim menyiapkannya untuk etape berikutnya. Pau Navarro memilih GWM Tank 700 Hi4-T setelah mengujinya di Xinjiang sebelum reli berlangsung.

Gerard Farres mengambil keputusan yang sama secara independen. Para veteran Dakar tidak memilih kendaraan hanya karena emblemnya. Mereka memilih kendaraan berdasarkan apa yang terbukti bekerja di medan gurun. Saat ini, reli masih berlanjut dan GWM memimpin di setiap kategori yang diikutinya. (*)

  • Pewarta : Angga DKI
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Ronie Dwito

You may also like...