Rektor UNAIR Ajak Semua Pihak Waspada Bencana Sejak Dini

Surabaya (wartasaindonesia.co) Maraknya terjadi bencana dibeberapa daerah yang ada di Indonesia, membuat pentingnya mengedukasi masyarakat untuk waspada terhadap bencana sejak dini.

Guna mengedukasi pentingnya mitigasi bencana, Universitas Airlangga (Unair) menggelar seminar nasional dengan tema Antisipasi dan Penanganan Bencana yang dilaksnakan pada Selasa, 08 Oktober 2019 di Kampus C UNAIR dengan dihadiri Rektor UNAIR, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR, Prof. Nasih menyampaikan bahwa, bencana di Indonesia menjadi  permasalahan setiap tahun. Kerugian yang diakibatkan secara materiil dan jiwa sudah harus diantisipasi sedini mungkin.

“Seminar ini menjadi ruang pemahaman tentang pentingnya mitigasi bencana. Bencana yang akhir-akhir ini menimpa beberapa wilayah Indonesia seharusnya dapat diselesaikan dengan edukasi sejak dini,” ucap Nasih dalam sambutannya, Selasa, (08/10/19).

Menambah pendapat dari Prof. Nasih, Emil Dardak selaku Wakil Gubernur Jatim menginginkan perguruan tinggi ikut dalam proses edukasi mitigasi bencana. Salah satu aktualisasi konkrit adalah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang seharusnya sudah menjadi program pokok.

“KKN sudah harus mengikuti kondisi zaman terutama Indonesia yang saat ini krisis penanganan bencana,” tutur Emil.

Emil juga menambahkan bahwa penanganan bencana juga membutuhkan disiplin ilmu sosial. Peran perguruan tinggi harus masuk ke dalam masalah bencana untuk menyelesaikannya. Peran perguruan tinggi sebagai pressure group untuk mendorong edukasi mitigasi bencana sedini mungkin.

“Tidak hanya stakeholder dari politisi yang memberikan pressure terhadap mitigasi bencana, peran perguruan tinggi terutama para pakar seyogyanya mampu membantu dalam masalah ini,” terangnya.

Indonesia yang terletak di lingkaran api (ring of fire) kemungkinan bencana cukup besar. Bencana seperti gempa, tsunami, dan gunung meletus sudah menjadi atensi masyarakat untuk mengurangi kerugian secara materiil maupun jiwa.

Untuk menanggapi hal itu, masyarakat dapat membuka asuransi bencana. Tujuan dari asuransi bencana adalah mengurangi kerugiaan secara materiil yang ditanggung masyarakat karena bencana. Tentu saja perlu adanya penekanan kepada masyarakat untuk berdoa agar bencana tidak terjadi. Emil juga memberikan pendapat terhadap edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat segera diaktualisaikan dengan cepat.

“Edukasi mitigasi bencana sangat penting untuk menyelamatkan keberlangsungan hidup masyarakat sebelum dan setelah bencana. Ketahanan tiap sektor seperti stakeholder dan masyarakat sudah saatnya duduk bersama utuk mengurangi risiko bencana,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan kepada seluruh masyarakat maupun civitas akademika, bisa lebih sigap dalam menghadapi bencana. (Tls)

You may also like...