FKM Unair Ajak Warga Bangkalan Berinovasi Ubah Daun Kelor Menjadi Cokelat

SURABAYA_WARTAINDONESIA.coSiapa sangka tumbuhan kelor yang biasa dimasak menjadi sayuran kini bisa diolah menjadi cokelat jajanan yang disukai semua kalangan terutama anak anak.  

Inovasi tersebut berpotensi untuk mengangkat pelaku usaha UMKM di era digital. Sekaligus, memberdayakan masyarakat daerah yang memiliki banyak tumbuhan kelor untuk memanfaatkan menjadi sesuatu hal yang memiliki nilai jual.

Untuk itu, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) pada Minggu, (12/09/21) di Pondok Pesantren Addimyati Nurul Iman, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Bangkalan mengajak masyarakat Bangkalan Madura mengikuti kegiatan bakti sosial bertajuk “Pengembangan Usaha Bakery, Cake dan Cookies Berbasis Pesantren”.

Siti Rahayu Nadhiroh selaku Ketua Tim Pengmas mengatakan bahwa, Unair melihat adanya potensi pesantren untuk menjadi UMKM unggulan dengan memanfaatkan lokasi yang sangat dekat dengan Jembatan Suramadu.

“Untuk itu, kami bersama Tim Pengmas yang terdiri dari Diansanto Prayoga; dan Aisyah Dewi Muthi’ah serta Mahasiswa S1 Gizi FKM Unair memperkenalkan Cokelat Kelor (Chokelor) bergambar Jembatan Suramadu,” kata Nadhiro, Senin, (13/09/21).

Lewat inovasi itu, Nadhiro ingin membantu perekonomian warga. Dengan memberdayakan tumbuhan yang ada untuk diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual seperti olahan daun kelor menjadi cokelat.

“Sejumlah desa dekat Suramadu banyak tumbuh pohon kelor. Namun belum termanfaatkan maksimal. Di sisi lain, cokelat merupakan jajanan yang disukai oleh semua kalangan dan tahan lama,” terangnya.

“Paling-paling Kelor disini diolah jadi sayur. Nah sekarang kita inovasikan jadi cokelat. Kami harap Chokelor bisa menjadi produk unggulan sekaligus oleh-oleh khas Madura,” tambahnya.

Koperasi pondok pesantren telah berjalan dengan menjual produk makanan. Namun pengemasannya masih sederhana. Pemasarannya pun masih dari mulut ke mulut dengan konsumen terbatas. Padahal peluangnya sangat besar karena lokasinya sangat strategis dekat Jembatan Suramadu.

Baca Juga  Disbudpar Jatim dan FIB UNAIR Petakan Ulang Kebudayaan Jatim

Nadhiro berharap, kegiatan pengmas kali ini berdampak pada perekonomian warga. Termasuk warga Sukolilo Barat, Kec. Labang, yang merupakan desa terdekat dengan Jembatan Suramadu.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya UNAIR menyukseskan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Tepatnya SDG 2, No Hunger; SDG 8, Decent Work   Economic Growth; dan SDG 17, Partnership for the Goals,” pungkas Nadhiro. (*)

  • Pewarta : Arifin/Tulus
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...