Keseruan Halal Bihalal Lintas Generasi ala Smamda Surabaya

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar lintas generasi, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya kembali menggelar acara Halal Bihalal 11 Syawal 1447 Hijriah.

Acara Halal Bihalal bertema “Jejak Panjang Pengabdian, Membangun Kebersamaan, Meraih Kemuliaan” yang diadakan pada Senin, (30/03/26) di Smamda Tower ini mengundang ratusan tamu mulai guru dan tenaga kependidikan aktif, para mantan kepala sekolah, mantan guru, hingga perwakilan alumni dari berbagai angkatan.

Kepala Smamda Surabaya, Mukhlasin menjelaskan bahwa, kegiatan Halal Bihalal ini dilakukan secara rutin setiap tahun dalam suasana Hari Raya Idul Fitri yang sekaligus sebagai bentuk komitmen mengembangkan dunia pendidikan yang lebih baik di masa depan.

Kepala Smamda Surabaya, Mukhlasin menyambut para tamu Halal Bihalal 2026. (Foto : Tulus/Warta Indonesia)

“Tahun ini, Smamda Surabaya mengajak seluruh komponen sekolah, mulai dari perwakilan alumni dari berbagai angkatan sejak 1975, mantan kepala sekolah, mantan guru, hingga guru dan tenaga kependidikan yang masih aktif,” ucap Mukhlasin.

Melalui acara tersebut, lanjut Mukhlasin, Smamda Surabaya ingin menyatukan semuanya dari seluruh komponen, termasuk Ikwam (Ikatan Wali Murid) Muhammadiyah. Karena, ini adalah kekuatan yang harus dibangun untuk dukungan pengembangan SMA Muhammadiyah ke depan.

“Dengan mengundang semua lintas generasi, diharapkan mereka juga menjadi bagian internal dari kita yang bisa memberikan kritikan yang membangun demi masa depan SMA Muhammadiyah,” sambungnya.

Dalam kesempatan ini, para mantan kepala sekolah diminta memberikan pesan-pesan moral dan spiritual sebagai nilai yang diwariskan kepada guru-guru yang lebih muda. Sehingga, saran dan masukan yang diberikan diharapkan mampu memotivasi para guru saat ini untuk melahirkan lulusan yang berkualitas.

Salah satunya, Muhammad Wahyudi Indrajaya, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya kedua atau periode 1984-1999. Menurutnya, menjaga integritas dan kapabilitas guru saat ini sangat penting. Sebab, sekolah tidak hanya sekadar mengumpulkan murid, namun harus memberikan nilai tambah dalam hal ibadah, penguasaan teknologi, dan pengembangan bakat.

Baca Juga  Serukan Halal Bihalal Bersama Rekan Kerja di YELLO Jemursari Surabaya

“Karakter Muhammadiyah itu tetap sama, yakni penguasaan Iptek, namun tetap berlandaskan kejujuran dan takwa. Ini yang menjadi nilai tambah kita. Kemajuan Smamda tidak boleh lepas dari moral, jangan sampai terjadi kebangkrutan spiritual,” terang Wahyudi.

Ia juga menceritakan pada awal dekade 80-an, Smamda Surabaya belum memiliki gedung mandiri yang representatif seperti sekarang. Aktivitas belajar mengajar saat itu masih harus berbagi tempat dengan instansi lain.

Keterbatasan tersebut tidak mematahkan semangat pengabdian. Di bawah kepemimpinannya, target utama saat itu adalah memandirikan Smamda secara fisik agar memiliki identitas dan fasilitas yang mumpuni untuk berkembang.

Oleh karena itu, melalui kegiatan Halal Bihalal ini diharapkan bisa menjadi ajang refleksi perjalanan sekolah yang kini telah memasuki kepemimpinan generasi ketiga.

“Melalui sinergi lintas generasi ini, Smamda Surabaya menargetkan penguatan sarana prasarana serta kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar moralitasnya,” ungkap Mukhlasin. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Editor : Rizal IT

You may also like...