KIPK Connect Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
MAGELANG || WARTAINDONESIA.co – KIPK Connect menjadi forum pertemuan formal sekaligus ruang silaturahmi dan dialog terbuka yang mempertemukan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), orang tua atau wali, pengelola program serta para pemangku kepentingan.
Untuk itu, KIPK Connect bersama Rumah Aspirasi Mas Bram menggelar kegiatan Forum Diskusi dan Temu Penerima KIPK pada Sabtu, (10/01/26) di Gedung Al Fath Islamic Centre Magelang.
Ketua Panitia, Agus Riyanta, S.IP, menyampaikan bahwa, dibalik setiap mahasiswa penerima KIP Kuliah, tersimpan kisah tentang perjuangan, pengorbanan, serta doa orang tua yang menggantungkan harapan pada pendidikan sebagai jalan perubahan nasib.
“Untuk itu kami mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Forum Diskusi dan Temu Penerima KIPK,” kata Agus.
Agus juga berharap, melalui forum tersebut, bisa terus menjaga silaturahmi dengan baik dan berkelanjutan. Sehingga, dapat terus bersinergi dan bekerja sama sebaik mungkin demi keberhasilan para penerima KIP Kuliah.
Sedangkan, pemangku kepentingan seperti Rumah Aspirasi Mas Bram dan Bramantyo Suwondo, Anggota Komisi X DPR RI turut hadir dengan tujuan yang sama, yakni memastikan bantuan pendidikan ini benar-benar menjadi jembatan menuju keberhasilan studi dan masa depan yang lebih cerah.
Forum ini lahir dari kebutuhan akan komunikasi yang lebih terstruktur dan terbuka. Dimana, penerima KIP Kuliah kerap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan administrasi, akademik, hingga sosial. Melalui KIPK Connect, suara mahasiswa dan orang tua tidak hanya didengar, tetapi juga dicatat sebagai bahan evaluasi dan penguatan kebijakan ke depan.
Koordinator Lapangan, Handitya Tri Astuti, berharap forum ini bisa terus berlanjut sebagai ruang silaturahmi antara penerima KIP Kuliah, orang tua atau wali, serta Rumah Aspirasi Mas Bram.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan pengalaman, kendala, serta harapan mereka secara langsung. Orang tua dan wali pun dilibatkan agar dukungan terhadap proses studi anak dapat berjalan seiring dan saling menguatkan.
“Kehadiran perwakilan legislatif dan Rumah Aspirasi Mas Bram menjadi penghubung penting antara aspirasi di lapangan dan kebijakan di tingkat pengambil keputusan,” terangnya.
Lebih jauh, KIPK Connect diharapkan mampu memperkuat jejaring antarmahasiswa lintas angkatan. Dari forum ini tumbuh rasa kebersamaan bahwa para penerima KIP Kuliah tidak berjalan sendiri. Ada komunitas, ada pendampingan, dan ada kepedulian yang terus menyertai perjalanan akademik mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menargetkan lahirnya rekomendasi kebijakan dan teknis yang dapat ditindaklanjuti, tersusunnya daftar kebutuhan administratif yang membutuhkan solusi cepat, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi penerima KIP Kuliah.
Dalam pesannya, Bramantyo Suwondo, Anggota Komisi X DPR RI, menegaskan bahwa KIP Kuliah harus dipandang lebih dari sekadar bantuan finansial.
“Melalui KIPK Connect, pendidikan tidak lagi dimaknai hanya sebagai bantuan dana, tetapi sebagai proses panjang yang membutuhkan pendampingan, dialog, dan kepedulian bersama,” ungkap Bramantyo. (*)
- Pewarta : Diwan Ndut
- Foto : Diwan
- Editor : Ronie Dwito