Pohon Natal Kain ala Petra Christian University

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Sukses mengangkat budaya negara Belanda pada Natal tahun lalu, kali ini tahun 2025 Petra Christian University (PCU) berikan kejutan manis dengan fokus bergeser ke ujung timur Indonesia.

Petra Christian University (PCU) menghadirkan Pohon Natal bertajuk “Terang dari Timur” yang akan dipajang hingga 31 Januari 2026 di ruang pameran Perpustakaan lantai 6 kampus PCU.

Dian Wulandari, S.IIP., Kepala Perpustakaan PCU mengatakan bahwa, pemilihan konsep “Terang dari Timur” ini mengikuti nuansa budaya daerah yang dipilih oleh universitas dalam Perayaan Natal 2025.

“Ini adalah sebuah Pohon Natal berbahan kain setinggi tujuh meter berdiameter 3,3 meter dengan nuansa Papua,” kata Dian, Rabu, (24/12/25).

Menurut Dian, pohon natal yang berdiri megah ini bukan sekadar dekorasi musiman, melainkan sebuah mahakarya budaya yang didedikasikan untuk tanah Papua sebagai simbol yang sarat makna.

“Nama “Terang dari Timur” membawa makna ganda yang sangat indah. Secara spiritual, melambangkan hadirnya terang Kristus yang menyinari dunia. Persis seperti matahari terbit dari timur yang membawa harapan baru setiap hari,” terangnya.

Dengan menonjolkan Papua sebagai ‘Timur’ Indonesia, menegaskan bahwa terang kasih, misi, dan kepedulian Natal itu menjangkau seluruh pelosok Nusantara, menjadi alasan utama bagi kita untuk terus membagikan terang tersebut kepada dunia.

Memadukan rangka kayu, kerlap-kerlip lampu Natal, dan yang paling inovatif, penggunaan motif-motif hasil generative-AI yang terinspirasi dari kekayaan simbol-simbol Papua seperti Tifa, Honai, Perisai Asmat, hingga Burung Cendrawasih.

Pohon ini memancarkan kehangatan dan sukacita Natal sembari menegaskan Petra Christian University sebagai AI-Native Campus yang berani merangkul kemajuan teknologi dan melestarikannya.

Proses mewujudkan “Terang dari Timur” merupakan sebuah perjalanan kreatif yang mulai intensif sejak pertengahan November, memakan waktu sekitar tiga minggu. Meskipun sempat menghadapi kendala minor berupa suara bising dari proses pembuatan rangka kayu yang cukup keras namun tak menyurutkan langkah itu.

Baca Juga  POCO M7 Bertenaga Baterai 7000 mAh Siap Menjawab Kebutuhan Para Gamer

“Untuk proses memaku kami kerjakan saat operasional layanan Perpustakaan berakhir. Sementara itu, lainnya kami tetap kerjakan di pagi dan siang hari,” tandasnya.

Pohon ini dihiasi dengan koleksi artefak yang otentik dan memukau, terdiri dari sekitar 63 meter kain bermotif AI-generatif dalam berbagai ukuran, serta diperkaya dengan 28 buah Tifa, empat Perisai Asmat, empat Tombak, tiga Noken, tiga Manik-manik, dan dua Patung.

Keindahan Papua semakin sempurna dengan kehadiran Mahkota Burung Cendrawasih, Panah, Perahu Lesung, yang seluruhnya merupakan koleksi pribadi salah satu Tenaga Kependidikan Petra Christian University. Sementara itu di sudut Pohon Natal ada replika rumah Honai, rumah tradisional masyarakat Papua Pegunungan dan Papua Tengah khususnya suku Dani.

“Terang dari Timur” ini bukan sekadar pameran akan tetapi wujud nyata merayakan harmoni dalam keberagaman yang meresapi inti Natal. Dengan kekayaan simbol budaya Papua, pohon ini menegaskan bahwa terang kasih dan pengharapan Natal menjangkau seluruh pelosok Nusantara.

“Karya ini menjadi pengingat bagi setiap pengunjung Perpustakaan PCU bahwa terang itu tidak hanya dirayakan, tetapi juga harus diteruskan. Pohon ini mengajak semua orang untuk menjadi pembawa kepedulian dan sukacita bagi sesama, mewujudkan semangat Natal yang sejati di tengah masyarakat,” ungkap Dian. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Rizal IT

You may also like...