Puncak Mudifest 2019, SD Mudipat Gelar Lomba Debat Pemanfaatan Gadget

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah Ke 107 sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad dan Hari Pahlawan, SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya menyelenggarakan kegiatan Muhammadiyah Festival (Mudifest) 2019.

Mudifest 2019 yang diselenggarakan tanggal 18-20 November 2019 di Halaman SD Mudipat Pucang Surabaya diikuti semua murid dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan berbagai kegiatan dan lomba.

Menariknya dalam puncak acara Mudifest 2019 pada Rabu, 20 November 2019, SD Mudipat Pucang Surabaya menggelar acara Internasional Class Children Summit yang dikemas dalam lomba debat bertemakan “If I Were The Leader”.

Ustadz M Syaikhul Islam Kepala Sekolah SD Mudipat mengatakan bahwa, puncak acara Mudifest 2019 anak anak diajak mengikuti lomba debat tentang pemanfaatan gadget. Karena, sesuai denagn momen Hari Anak Internasional.

“Oleh karena itu, kami menggelar Forum Debat tentang hak hak anak dengan mengangkat isu tentang pemanfaatan gadget. Serunya, dalam debat ada dua kubu antara yang setuju dan tidak setuju atas penggunaan gadget,” kata Ust. Syaikhul disela sela kegiatan lomba debat, Rabu, (20/11/19).

“Melalui debat ini, anak anak diajarkan untuk berani menyampaikan pendapatnya. Sekaligus, memberikan edukasi tentang dampak yang diperoleh ketika menggunakan gadget yang berlebihan,” sambungnya.

Dalam Forum Debat yang digelar di lantai 4 The Milenial Building (TMB) dan dipandu moderator Ustadz Tajuszaki dan Ustadzah Novita Utami berlangsung seru. Karena, anak anak terlihat antusias menyampaikan pendapat anatara yang setuju dan tidak setuju atas pengunaan gadget bagi anak anak sekolah.

Dialog yang disampaikan dalam debat seperti, penggunaan gadget, seorang anak boleh menggunakan HP asal bisa membagi waktu antara belajar dan bermain. Namun sebagai siswa harus mengutamakan tanggung jawab untuk belajar dari pada bermain HP. Sedangkan dampak positif HP, diantaranya bisa menambah wawasan tehnologi dan ilmu pengetahuan anak. Meski penggunaan HP tetap harus dibawah bimbingan dan pengawasan orang tua.

Baca Juga  Dosen ITS : Bilik Sterilisasi Itu Aman Asal Dikontrol Oleh Tenaga Ahli

Dalam Lomba Forum Debat tersebut dinilai oleh Tim Juri yang terdiri dari Ustadz Edy Susanto, Ustadzah Anggi Tri Prasetya Ningtyas dan Ustadzah Erfin Walidah Rahmania.

Sebelum acara forum debat dimulai, para siswa siswi SD Mudipat Pucang Surabaya juga diajak untuk lebih memiliki jiwa kepedulian terhadap sesama dengan melakukan Aksi Sosial membagi bagikan paket Nasi Bungkus (Nasbung). Menariknya,  Nasbung sebanyak 5 ribu bungkus tersebut dibawa secara sukarela oleh para siswa siswi. Dan, meskipun sekolah menyarankan setiap anak cukup membawa dua bungkus nasi, namun ternyata banyak anak anak yang membawa nasbung lebih dari dua hingga 5 nasbung.

“Ini menunjukkan bahwa, anak anak sudah memiliki jiwa kepedulian yang cukup tinggi. Dan, ini yang harus terus diasah dan dijaga. Sehingga, nanti ketika beranjak dewasa anak anak senantiasa memiliki rasa kepedulian yang semakin tinggi,” ungkapnya. (Tls)

You may also like...