Rektor Unair : Unair Memiliki Peran Penting Dalam Pertumbuhan Perekonomian Jawa Timur

Surabaya (WartaIndonesia) – Keberadaan Universitas Airlangga (Unair) di Kota Surabaya ternyata memiliki peran penting dalam pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur. Terbukti, Unair telah berkontribusi menyumbang sebanyak 7,92 triliun. Angka tersebut setara dengan 0,36 persen perekonomian di Jawa Timur.

Hal tersebut dipaparkan langsung dalam acara Sharing Session bertema “Kontribusi Sosial dan Ekonomi Unair Pada Masyarakat Jawa Timur” pada Kamis, 17 Oktober 2019 di Harris Hotel Gubeng Surabaya. Dengan menghadirkan narasumber Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih dan Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan UNAIR, Prof. Badri Munir Sukoco.

Prof. Nasih menyampaikan bahwa, Unair membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang memberikan kontribusi dalam pembangunan peradapan manusia. Termasuk dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian Jawa Timur.

“Sebanyak 5,34 triliun pertahun kontribusi perekonomian mahasiswa UNAIR, 1,63 triliun kontribusi dosen dan tenaga kependidikan, dan 58 miliar kontribusi mahasiswa internasional. Dimana, mahasiswa internasional UNAIR tersebar di seluruh dunia hingga mencapai 42 negara,” ucap Prof. Nasih dalam paparannya, Kamis, (17/10/19).

Sedangkan, disampaikan juga oleh Rektor Unair, dalam hal pengabdian masyarakat, UNAIR berkontribusi terhadap perekonomian sebesar 80 miliar, dalam hal penelitian sebesar 260 miliar, dan 547 miliar kontribusi perekonomian lulusan UNAIR dalam tiga tahun terakhir.

Disampaikan juga, dalam bidang sosial, UNAIR telah menyalurkan dana sebesar 16 miliar setiap tahun untuk kegiatan sosial. Hal itu mencakup sebanyak 2.215 program kegiatan KKN yang dilakukan setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia, sebanyak 5.186 mahasiaswa mengikuti KKN tiap tahun, sebanyak 359 desa dibina setiap tahun, sebanyak 19.681 mahasiswa menerima beasiswa dalam tiga tahun terakhir, dan sebanyak 1.171 mahasiswa berwirausaha dalam dua tahun terakhir.

“Sedangkan, dalam bidang kesehatan, UNAIR memiliki sebanyak tiga rumah sakit. Setiap hari, sebanyak 600 pasien ditangani oleh RS UNAIR, RS Gigi dan Mulut UNAIR, dan RS Hewan UNAIR,” terangnya.

Sebanyak 1.320 penelitian dengan subject kesehatan terindeks Scopus. Seperti, sebanyak 72 persen dokter di RS Dr Soetomo, rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur, adalah alumnus UNAIR. Sebanyak 1.800 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) UNAIR tersebar di seluruh Jawa Timur. Dan sebanyak 1.320 mahasiswa program pendidikan dokter gigi spesialis lulus dalam lima tahun terakhir.

“Tak hanya itu, UNAIR adalah satu-satunya kampus di Indopnesia yang memiliki Lembaga Penyakit Tropis,” akunya dengan bangga.

Dalam kesempatan itu, Rektor UNAIR mengatakan akan dibukanya fakultas teknik di UNAIR yang akan mulai dibuka tahun ajaran 2020/2021.

“Banyak mahasiswa yang berburu kuliah teknik di luar negeri. Melihat potensi itu, kami membuka sekolah/fakultas baru yang khusus mengelola bidang keteknikan. Keteknikan yang advanced. Harapannya, kita bisa bersaing di level nasional dan internasional,” ungkap rektor.

Lima prodi yang akan dibuka itu antara lain, teknik industri, teknik elektro, nano teknologi, data sains, robotika dan artifisial intelegent. (Tls)

You may also like...