Smamda Surabaya Ajarkan Pentingnya Pembelajaran Manasik Haji
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Manasik Haji bagian penting dalam pembelajaran rukun Islam bagi siswa siswi SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya. Sekaligus, menjadi rangkaian penilaian mata pelajaran keislaman.
Hal tersebut disampaikan Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Muklasin saat meninjau kegiatan ujian praktik Manasik Haji siswa Smamda Surabaya pada Senin, (09/02/26) di Tower Smamda Surabaya.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Muklasin, menyampaikan bahwa, ujian praktik Manasik Haji ini diperuntukkan bagi siswa kelas 12. Dimana, seluruh rangkaian ibadah diajarkan, mulai dari tawaf hingga simulasi tahapan ibadah haji lainnya, diikuti peserta sesuai standar yang ditetapkan sekolah.

“Manasik Haji ini menjadi rangkaian terakhir kegiatan ujian praktik siswa Smamda Surabaya. Semua siswa mengikuti kegiatan mulai dari tawaf sampai tahapan lainnya. Karena, ini masuk penilaian pelajaran,” ucap Muklasin.
“Kebetulan, kami juga memiliki siswa asing asal Perancis yang alhamdulilah juga beragama muslim. Sehingga, harus mengikuti standar yang telah diterapkan Smamda Surabaya,” imbuhnya.
Melalui ujian praktik Manasik Haji ini, lanjut Muklasin, sekolah berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal spiritual bagi siswa di masa depan. Sekaligus, pelaksanaan manasik haji bertujuan untuk menuntaskan pembelajaran keislaman siswa, khususnya pemahaman tentang rukun Islam kelima.
Muklasin juga menegaskan kegiatan Manasik Haji ini sebagai salah satu upaya untuk mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan penguatan nilai-nilai keislaman dan pengalaman ibadah peserta didik.
“Manasik haji ini adalah rukun Islam yang terakhir. Harapan kami, pembelajaran keislaman anak-anak sudah tuntas. Kami juga berharap mereka nantinya benar-benar bisa melaksanakan ibadah haji atau umrah di kemudian hari,” terangnya.
Keseruan Manasik Haji tersebut dirasakan semua siswa Smamda Surabaya. Salah satunya Nevia Riska Ramadhani (18) yang mengaku senang dan sangat berkesan bisa mengikuti langsung praktik Manasik Haji di sekolah.
“Seru dan menyenangkan. Ternyata persiapan untuk berangkat Haji itu tidak mudah. Salah satunya harus melakukan Tawaf tujuh kali. Semoga, nanti aku bisa Umoh atau Haji. Aamiin,” tandas Nevia sebari tersenyum.
Hal senada juga disampaikan Nathania Aurelia (18) siswa kelas 12 Smamda Surabaya yang mengaku sangat tertarik mengikuti praktik Manasik Haji. Karena, sejak sekolah dasar ingin sekali bisa berangkat Umroh atau Haji.
“Selama ini aku hanya bisa melihat di TV. Melihat serunya Tawaf dan melempar jumrah. Di Smamda Surabaya aku diajarin Manasik Haji. Ternyata seru dan menyenangkan,” ungkap Aurelia.
Aurelia mengaku senang bisa melakukan Tawaf yang merupakan ibadah dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Serta, melempar jumrah sebagai penanda umat muslim menolak bisikan setan. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Tulus
- Editor : Rizal IT