Tim Spektronics ITS Raih Juara di Chem-E-Car Jerman

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Lagi lagi Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan mengukir prestasi bertaraf internasional.

Kali ini, Tim Spektronics ITS berhasil menduduki podium kejuaraan posisi ke-2 di ajang Chem-E-Car internasional yang diselenggarakan kjVI VDI Germany secara daring, Rabu, (22/09/09) beberapa lalu.

Delvin Theodorus Hansell, salah satu tim teknis Spektronics ITS menjelaskan bahwa, Verein Deutscher Ingenieure (VDI) merupakan asosiasi insinyur di Jerman yang telah menyelenggarakan perlombaan Chem-E-Car selama 16 tahun ini. Dalam kompetisi VDI Chem-E-Car ini, dilombakan purwarupa mobil yang menggunakan reaksi kimia untuk mencapai jarak yang telah ditentukan.

“Bukan yang paling cepat sampai, tetapi bagaimana mobil bisa mencapai akurasi yang tepat. Di sinilah keunggulan kami dibandingkan tim lain, di mana kami mampu mendapatkan jarak error paling kecil yaitu hanya 0,06 centimeter kurangnya dari jarak yang ditentukan,” kata Delvin, Senin, (27/09/21).

Tak hanya berkenaan dengan aspek akurasi, lanjut Delvi, aspek safety juga menjadi penilaian penting. Sehingga, diupayakan jangan sampai timbul kebocoran gas yang dapat menginisiasi ledakan berbahaya, karena di sini tim bermain dengan reaksi, larutan kimia, dan alat kelistrikan.

Bergabung juga bersama Delvin, keenam rekannya yakni Michael Adrian Subagio selaku ketua tim, Lulu Sekar Taji, Rahardian Mahendra Daniswara, Naning Retno Astuti, serta Ulfiyah Afnian Sari dalam lomba yang memakan waktu tiga bulan untuk persiapannya ini.

Adapun mobil yang dirancang oleh tim kebanggaan ITS ini adalah prototipe mobil yang digerakkan dengan adanya tekanan yang dihasilkan dari gas. Dalam hal ini, tim menggunakan reaksi dekomposisi hidrogen peroksida dengan katalis ferri klorida yang menghasilkan oksigen dalam jumlah besar dan memberikan tekanan yang besar.

Baca Juga  UK Petra Terbitkan Ijazah Digital Bagi Wisudawan Semester Genap 2019/2020

“Ketika tekanan dikompres dalam reaktor, maka akan mendorong pneumatik untuk membuat mobil dapat bergerak maju. Mobil ini mirip dengan rancangan kami yang meraih juara pertama di AIChE Chem-E-Car Competition tahun 2017 lalu, tentunya lengkap dengan inovasi menjadi lebih baik,” terangnya..

Dalam rancangan mobil yang menyabet juara 2 ini, Tim Spektronics mengusung tiga fitur unik yakni Single Action Mechanism through Electrical Circuit, Solenoid dan Check Valve.

Dengan usaha tersebut, Tim Spektronics juga diakui keunggulannya dari segi presentasi yang menarik, singkat, padat dan jelas, sehingga mendapatkan feedback yang luar biasa dan membuat para juri memahami apa yang disampaikan.

“Kemenangan ini bukan langkah terakhir kami dalam menjajaki kompetisi internasional. Karena, Spektronics memiliki rencana untuk memenangkan kembali kompetisi di tingkat nasional maupun internasional termasuk AIChE Chem-E-Car Competition 2022 mendatang,” pungkas Delvin. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...