Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Smamda Surabaya Lantik Wakil Kepala Sekolah Baru
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, prestasi, dan pengembangan sekolah, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya kembali melakukan penyegaran struktur pimpinan baru.
Kali ini, Smamda Surabaya melakukan pelantikan lima Wakil Kepala (Waka) Sekolah periode 2025 – 2029 yang di pimpin oleh Kepala Sekolah Baru Smamda Surabaya, H. Mukhlasin ST MPd pada Jumat, (23/01/26) di Smamda Tower.
Kelima Waka Smamda Surabaya periode 2025–2029 yang resmi dilantik diantaranya Moch Hendy Bayu Pratama SS MPd (Waka Kesiswaan), Mustakim SPd (Waka Kurikulum), Alif Jatmiko MThI (Waka Ismuba Al Islam), Dio Yulian Sofansyah MPd (Waka Sarana Prasarana) dan Ratna Yuliawati SSi (Waka Humas).
H. Mukhlasin menyampaikan bahwa, pergantian wakil kepala sekolah di lingkungan Smamda Surabaya ini merupakan bagian dari mekanisme penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja perserikatan, yang umumnya diiringi dengan pelantikan resmi.
“Proses ini untuk memastikan berjalannya visi pendidikan Muhammadiyah dengan wakil kepala sekolah baru yang bertugas mengelola bidang kurikulum, kesiswaan, sarpras, atau humas,” ucap Mukhlasin.
Menurut Mukhlasin, pelantikan lima Waka baru Smamda Surabaya 2025-2029 ini sebagai langkah strategis pengembangan sekolah. Dimana, kepemimpinan baru ini difokuskan pada transformasi menuju sekolah digital dan berkarakter. Serta, mempertahankan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Pergantian ini adalah proses rutin dalam organisasi Muhammadiyah untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dan peningkatan mutu pendidikan. Serta, membangun soliditas internal untuk membawa sekolah ke arah yang lebih baik. Salah satu langkah strategisnya adalah revolusi kurikulum,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mukhlasin juga menyampaikan kedepan, Smamda Surabaya ingin mencoba membongkar kurikulum. Tidak hanya mengikuti kurikulum standar sekolah lain namun harus ada inovasi agar muncul siswa yang berprestasi sesuai bidangnya.
Inovasi tersebut merujuk pada keberhasilan Kelas Tahfidz yang telah berjalan. Dengan penambahan jam khusus, kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa meningkat signifikan. Pola keberhasilan ini akan dikloning ke mata pelajaran lain melalui program Kelas Unggul Spesifik.
Nantinya, setiap kelas akan memiliki fokus bidang yang lebih tajam, seperti Kelas Biologi, Kelas Fisika, dan Kelas Matematika. Dengan penambahan jam pelajaran pada bidang-bidang tersebut, Smamda menargetkan lahirnya lebih banyak siswa berprestasi, khususnya juara Olimpiade Sains Nasional (OSN).
“Terkait sumber daya pengajar, dipastikan jumlah dan kualitas guru yang dimiliki Smamda Surabaya saat ini sudah sangat memadai untuk mendukung sistem kelas spesifik tersebut,” ungkap Mukhlasin.
Dengan formasi kepemimpinan yang solid dan kurikulum yang inovatif, Smamda Surabaya optimistis dapat terus menjadi barometer pendidikan Islam yang progresif di Jawa Timur. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Tulus
- Editor : Rizal IT