Pentingnya Bermain Sesuai Usia Demi Tumbuh Kembang Anak

JAKARTA_WARTAINDONESIA.co – Bermain sesuai usia mampu membuat tumbuh kembang anak menjadi lebih baik. Karena, melalui bermain aspek perkembangan fisik, keterampilan motorik, perkembangan kognitif, perkembangan sosial dan emosional dapat tumbuh dengan baik.

Hal ini dibenarkan oleh Mohit Nigam, Brand General Manager Early Learning Centre (ELC) Indonesia yang merupakan spesialis mainan edukatif melalui kampanye terbarunya #MainSamaAnak mengajak orang tua agar dapat mendampingi anak saat bermain.

“Bermain merupakan aktivitas yang membuat mood atau hati anak menjadi senang. Tanpa disadari oleh anak, melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, anak lebih mudah dalam menyerap banyak hal untuk perkembangannya,” kata Mohit, Sabtu, (27/06/20).

Kampanye #MainSamaAnak yang digagas oleh ELC ini, lanjt Mohit, mengajak orang tua untuk mendampingi saat anak bermain agar dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan bermain sesuai usianya.

Tugas utama anak usia dini adalah bermain. Dengan bermain menggunakan permainan yang tepat, anak dapat meningkatkan keterampilan bahasa dan berkomunikasi, kognitif, keterampilan sosial-emosional dan juga keterampilan fisik serta motorik.

Perlu diingat pentingnya permainan yang tepat untuk masing-masing usia untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak perlu diperhatikan diantaranya, anak usia 0-2 tahun seperti Sensory play dan Solitary play. Untuk anak usia 1-3 tahun diperhatikan Onlooker play, dimana anak fokus mengobservasi sekelompok anak lain bermain.

Sedangkan, bermain bersama untuk anak usia diatas 3 tahun, diperhatikan Parallel Play, Associative Play dan Cooperative Play.

“Agar kegiatan bermain bersama anak menjadi lebih menyenangkan dan bervariasi, ada dua kategori permainan yang bisa dilakukan bersama, Structure Play dan Free Play,” terangnya.

Structure Play atau yang juga dikenal sebagai permainan berorientasi tujuan, umumnya melibatkan penggunaan logika untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan Free Play adalah permainan kreatif dan berimprovisasi dengan kemungkinan yang tidak terbatas.

Setiap anak memiliki karakteristik, pola pikir dan keunikan yang berbeda-beda. Untuk itu, orang tua perlu memahami serta sabar dalam menyikapi hal tersebut. Saat mendampingi anak bermain, orang tua pun harus lebih fokus kepada mereka dan mengesampingkan aktivitas lain agar kegiatan bermain menjadi lebih menyenangkan.

Hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua saat bermain dengan anak adalah, Perhatikan dengan penuh perhatian. Jauhi gadget Anda dan hanya fokus kepada anak, Refleksi verbal: memberikan pujian dan menyemangati, Refleksi non-verbal: meniru apa yang dilakukan oleh anak, Tunjukkan afeksi selama bermain, seperti memeluk dan Tetap ada batasan yang sehat. Orang tua tetap harus mengingatkan dengan cara yang lembut tanpa memarahi jika anak bermain dengan cara yang tidak seharusnya. (*)

  • Pewarta : Angga/Tulus
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...