Program PEGAS Dorong Percepatan Zero Stunting di Kabupaten Jember

JEMBER || WARTAINDONESIA.co – Program Pemantauan Gizi Anak Stunting (PEGAS) yang dilaksanakan selama tiga bulan sejak bulan Agustus 2025 di Kabupaten Jember Jawa Timur mencatatkan capaian positif.

Hal ini disampaikan oleh tim Dokter Spesialis Anak (DSA) dr. Nurul Ima Suciwiyati, Sp.A (RSD dr. Soebandi), dr. Natalia Kristianti Nugraheni, Sp.A (RSD Balung) dan dr. Mega Nur Purbo, Sp.A (RSD Kalisat) yang melakukan pendampingan.

Menurut dr. Nurul Ima Suciwiyati, program PEGAS ini berhasil menurunkan angka stunting sebesar 16,05 persen dari total 81 balita peserta. Selain itu, sebanyak 74,07 persen balita mengalami peningkatan status gizi secara signifikan.

“Sementara, 9,9 persen balita lainnya masih memerlukan pendampingan lanjutan untuk mencapai kondisi gizi yang optimal,” ucap dr. Nurul, Senin, (02/02/26).

Program PEGAS melibatkan 18 Puskesmas di wilayah Kabupaten Jember. Sasaran program adalah balita usia 0–57 bulan yang mengalami stunting tanpa kelainan bawaan maupun infeksi kronis, seperti tuberkulosis, serta telah melalui proses skrining di Puskesmas.

Intervensi utama dalam program ini berupa pemberian Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) secara gratis, pemantauan rutin setiap dua minggu, serta pendampingan klinis oleh tim Dokter Spesialis Anak (DSA).

PKMK yang digunakan dalam Program PEGAS telah memenuhi standar PerBPOM No. 24 Tahun 2020 dengan spesifikasi unggul, di antaranya densitas energi 1,01 kkal/ml dan Protein Energy Ratio (PER) sebesar 10,4 persen.

Produk ini telah terbukti secara klinis pada populasi anak Indonesia dan terpublikasi secara internasional mampu meningkatkan berat dan tinggi badan anak setelah tiga bulan pemakaian pada populasi anak dengan malnutrisi.

“Untuk memastikan efektivitas intervensi, program ini dilengkapi dengan pemantauan dan pengukuran rutin setiap dua minggu. Selain itu, pendampingan klinis dilakukan melalui metode telemedicine oleh tim DSA lintas rumah sakit daerah di Kabupaten Jember,” terangnya.

Baca Juga  Ini Komitmen DPM-PTSP Jatim Fasilitasi Pelaku Usaha untuk Pecahkan Masalah Bersama

Stunting memiliki faktor risiko yang beragam, sehingga penanganannya tidak hanya berfokus pada gizi, tetapi juga mencakup aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Deteksi dini sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi kunci utama pencegahan dan penanganan stunting.

Salah satu pembelajaran penting dari Program PEGAS di Jember adalah efektivitas pemberian PKMK sebagai intervensi gizi yang terpersonalisasi dan didukung oleh pendampingan intensif dari DSA. PKMK diberikan secara terstruktur selama tiga bulan, dengan penyesuaian dosis dan frekuensi berdasarkan toleransi masing-masing anak.

Strategi pemberian PKMK juga dirancang secara adaptif untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi. PKMK disajikan dalam berbagai bentuk, seperti susu, puding, es lilin, kue, hingga cendol. Variasi bentuk penyajian ini bertujuan meningkatkan penerimaan anak terhadap intervensi gizi yang diberikan sehingga hasil yang dicapai lebih optimal.

Sebagaimana diketahui, stunting merupakan permasalahan yang tidak hanya berkaitan dengan status gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor kesehatan dan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, pendekatan penanganan dalam Program PEGAS turut mencakup penguatan pola makan keluarga, dukungan pola asuh, penerapan gaya hidup sehat, hingga edukasi terkait pencegahan pernikahan dini.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Rachman Hidayat, S.Sos, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan pelaksanaan Program PEGAS. Ia menilai program kolaboratif antara Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dengan berbagai sector telah berkontribusi nyata dalam percepatan pencapaian zero stunting.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa upaya penanganan stunting harus dilakukan secara serius, terstruktur, dan kolaboratif,” ungkap Rachman Hidayat.

Keberhasilan Program PEGAS di Jember menunjukkan bahwa kolaborasi antara orang tua pasien, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan sektor swasta merupakan kunci utama percepatan penanganan stunting. (*)

  • Pewarta : Risma
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Ronie Dwito

You may also like...