Unesa dan AMKU Kazakhstan Menjalin Kerjasama Melalui Program Double Degree

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka memperkuat jaringan akademik internasional bidang psikologi pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Abay Myrzakhmetov Kokshetau University (AMKU), Kazakhstan menjalin kerja sama melalui pengembangan program double degree.

Bentuk komitmen tersebut telah dilakukan oleh Dosen Program Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Wulan Patria Saroinsong yang tengah menjalani program staff mobility di AMKU Kazakhstan.

Program ini berlangsung selama satu semester dengan skema blended. Dimana, selama satu bulan Wulan berkegiatan secara luring di Khazakhstan menjadi narasumber pada Departemen Pedagogi dan Psikologi. Sedangkan, tiga bulan sisanya dilakukan secara daring.

Dosen Program Magister PAUD FIP Unesa, Wulan Patria Saroinsong tengah menjalani program staff mobility di AMKU Kazakhstan. (Foto : Istimewa/Warta Indonesia)

Dalam kesempatan menjadi narasumber yang berlangsung pada Jumat, (30/01/25) lalu di Departemen Pedagogi dan Psikologi AMKU Kazakhstan, Wulan membawakan materi bertajuk “Negosiasi dan Penyelesaian Konflik dalam Perspektif Psikologi”.

Kepakaran Wulan di bidang psikologi pendidikan dan kesehatan mental mahasiswa membuat materi tersebut relevan dengan kebutuhan akademik di universitas tersebut.

Wulan menjelaskan bahwa, selama di AMKU Kazakhstan dirinya tidak hanya mengajar di prodi psikologi dan pendidikan, tetapi juga di bidang international relations. Hal itu didukung pengalamannya sebagai kepala seksi international Research and Staff Mobility di Unesa.

“Mahasiswa Kazakhstan sama dengan Unesa sangat menghormati dosennya. Perbedaan dengan di Indonesia hanya pada bahasa. Proses pembelajaran tetap berbasis pada keunikan setiap mahasiswa,” kata Wulan melalui rilis resminya, Kamis, (05/02/26).

Program staff mobility ini sejalan dengan komitmen Unesa dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Program ini berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi global sekaligus memperkuat kemitraan internasional sebagai bagian dari upaya peningkatan peringkat Unesa pada THE Impact Rankings.

Baca Juga  150 Guru Besar se ASEAN Dukung Bahasa Indonesia Melayu Sebagai Bahasa Ilmiah Internasional

Hal tersebut sesuai arahan Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan dan selaras dengan Program Prioritas Bidang 4, yang dinakhodai Dwi Cahyo Kartiko, profesor Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK).

Wulan juga tengah menjalankan sejumlah agenda riset bersama para akademisi AMKU. Dimana, Ia terlibat dalam skema IRN pendanaan Unesa, kolaborasi melalui skema Spencer, serta menyiapkan desain program pertukaran dosen melalui Erasmus.

Selain itu, ia dan tim juga menyiapkan kurikulum untuk program dual degree antara Departemen Psikologi Pendidikan AMKU dengan Unesa.

Dalam kunjungan akademik tersebut, Wulan turut berbagi pengalaman internasionalnya, mulai dari Malaysia, Korea Selatan, Jerman, hingga Tiongkok.

“Suasana akademik di AMKU sangat positif. Saya sangat mengapresiasi kerja departemen dan layanan mobilitas akademik yang profesional, ramah dan antusias dalam menyambut kolaborasi dengan Unesa,” ungkap Wulan. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Rizal IT

You may also like...