Bank Indonesia dan Tiga Lembaga Berkomitmen Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Secara keseluruhan perekonomian pada tahun 2025, Jawa Timur mencatat tumbuh 5, 33% (yoy). Lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,93% (yoy).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim dalam kesempatan Media Breafing bertema “Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri” pada Senin, (09/02/26) di Surabaya.
Dalam media Breafing, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Kantor LPS II Jawa Timur dan Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Timur.

Ibrahim menyampaikan bahwa, membaiknya kinerja ekonomi Jawa Timur ditopang oleh konsumsi rumah tangga, kinerja investasi, dan aktivitas ekspor. Sementara di sisi penawaran, akselerasi kinerja terjadi pada Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan, LU Pertanian, serta LU Akomodasi Makan dan Minuman.
“Selain itu, kuatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didukung oleh terkendalinya inflasi pada Januari 2026 sebesar 3,29% (yoy), yang masih terjaga dalam sasaran 2,5+-1 persen,” ucap Ibrahim.
Menurut Ibrahim, inflasi yang terkendali tersebut sejalan dengan kuatnya sinergi dan inovasi program TPID yang dirumuskan dalam kerangka pengendalian mêlasi 2025. Sedangkan, kinerja ekonomi Jawa Timur tahun 2026 diperkirakan akan tetap terjaga baik, pada kisaran 4,9 — 5,7% (yoy) ditopang oleh tetap kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi, dan terjaganya permintaan eksternal.
“Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan terjaga baik, dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional 2,5+-1%,” tegasnya.
Dikesempatan yang sama, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas V. M. Tarihoran juga menyampaikan, per Desember 2025, kinerja perbankan nasional masih menunjukkan total penyaluran kredit sebesar Rp625,66 trilun atau tumbuh sebesar 1,90% (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp817,59 triliun atau tumbuh 3,50% (yoy).
“Stabilitas perbankan juga terjaga tercermin dari rasio NPL yang terjaga baik di level 3,37% dan CAR yang kuat sebesar 31,38%. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuiditas terjaga sebagimana tercermin dari AL/DPK sebesar 26,74% dan AL/NCD sebesar 119,31%, diatas tresshold,” terang Horas.
Horas Tarihoran menegaskan, solidnya kinerja perbankan selama 2025 juga sejalan dengan capaian positif kinerja pasar modal, asuransi dan penjaminan, dana pensiun, serta Perusahaan modal ventura, Lembaga keuangan mikro dan Lembaga jasa keuangan lainnya (PVML).
Ke depan, BI, OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS II Jawa Timur akan menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan mendorong ekonomi Jawa Timur.
Melalui penguatan sinergi, inovasi, dan transformasi kebijakan yang pro-growth, keempat lembaga optimis dapat berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas, menavigasi tantangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan, untuk Indonesia tangguh dan mandiri.
Menariknya, dalam kegiatan Media Breafing yang bertepatan dengan Hari Pers Nasional 2026 tersebut, keempat lembaga juga menyampaikan harapan agar media dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam menyebarkan informasi akurat, meningkatkan literasi ekonomi, serta turut mengedepankan pemberitaan yang berimbang dan mendukung persepsi positif publik sehingga berdampak pada stabilitas ekonomi. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Istimewa
- Editor : Rizal IT