Smamda Surabaya Gelar Farewell Party Untuk Engie En Nana Pelajar Asal Prancis

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Sedih, gembira dan bangga menyeliputi suasana acara Farewell Party pelepasan siswa peserta Rotary Youth Exchange Program asal Prancis Engie En Nana pada Rabu, (06/05/26) di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya.

Seluruh siswa siswi yang hadir merasa haru dan sedih ketika turut melepaskan Engie En Nana yang telah menyelesaikan masa studinya selama 10 bulan di Smamda Surabaya.

Kepala Smamda Surabaya, Mukhlasin, S.T., M.Pd., menyampaikan bahwa, program ini merupakan hasil kerja sama berkelanjutan antara Smamda dengan Rotary Club. Dimana, pertukaran pelajar ini bersifat dua arah.

Kepala Smamda Surabaya, Mukhlasin, S.T., M.Pd., berikan sambutan di acara Farewell Party. (Foto : Tulus/Warta Indonesia)

“Saat ini salah satu siswa Smamda juga tengah menempuh pendidikan di Finlandia. Sementara, Smamda menerima Engie dari Prancis sebagai bagian dari program lintas Negara,” ucap Mukhlasin.

Menurut Mukhlasin, keberadaan Engie selama di Smamda Surabaya memberikan motivasi kepada seluruh siswa lainnya untuk berani melangkah ke luar negeri.

“Kami berharap acara ini bisa menginspirasi seluruh siswa untuk mengembangkan dan meluaskan pergaulan mereka, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga hingga ke mancanegara,” imbuhnya.

Melalui acara pelepasan ini, diharapkan dapat memberikan kesan mendalam bagi Engie. Sekaligus, memberikan pandangan baru bagi siswa lokal mengenai dunia luar.

Ke depan, Smamda Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan partisipasi siswanya dalam program pertukaran pelajar. Bahkan, pihak sekolah sedang merumuskan sistem akademik baru yang lebih fleksibel bagi siswa yang berangkat ke luar negeri.

“Dengan adanya inovasi sistem ini, diharapkan minat siswa Smamda untuk mengikuti program internasional akan semakin meningkat, memperkuat posisi Smamda sebagai sekolah unggul nasional yang modern dan berprestasi,” harap Mukhlasin.

Dikesempatan yang smaa, Engie En Nana yang sudah berusia 16 tahun pelajar asal Saint Riquiler High School France ini mengaku sedih meninggalkan Smamda Surabaya. Ia mengaku sudah betah tinggal di Kota Surabaya. Karena, di Smamda ia memiliki banyak teman yang ramah dan menyenangkan.

Baca Juga  UK Petra Donasikan Rapid Test Kit Covid-19 dan APD Untuk Paramedis

“Selain itu, di Smamda Surabaya aku banyak belajar budaya baru. Seperti membatik dan bermain mainan tradisional. Seru dan menyenangkan. Sedih, harus kembali ke Perancis tapi saya merasa bangga bisa belajar di Smamda Surabaya,” ungkap Engie tersenyum.

Dalam kesempatan acara Farewell Party pihak Smamda Surabaya juga memberikan souvenir menarik sebuah tas batik buatan sendiri yang diberikan untuk Engie En Nana sebagai kenang kenangan. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Editor : Rizal IT

You may also like...