UK Petra Donasikan Rapid Test Kit Covid-19 dan APD Untuk Paramedis

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Wabah virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia tidak saja membuat kalangan pemerintah, pengusaha dan komunitas berempati untuk memberikan bantuan. Namun, juga dikalangan institusi pendidikan turut peduli memberikan bantuan sebagai bentuk empati terutama kepada para garda terdepan yaitu paramedis.

Seperti yang dilakukan oleh Universitas Kristen Petra (UK Petra) dengan menggelar aksi bertajuk “Petranesian Berbagi Kasih-1” untuk penggalangan dana pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) coverall, masker N95, goggle, dan lainnya.

Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., mengatakan bahwa, gerakan penggalangan dana ini dimulai dari rasa peduli, untuk mendukung para dokter dan paramedis yang harus berhadapan langsung merawat penderita Covid-19.

“Dan, donasi dari hasil penggalangan dana ini nantinya akan disalurkan melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya,” kata Prof. Djwantoro melalui rilis resminya, Rabu, (22/04/20).

“Kami bersyukur dalam gerakan bertajuk “Petranesian Berbagi Kasih-1” berhasil mengumpulkan donasi lebih dari 300 juta rupiah. Dan, semuanya sudah disalurkan melalui IDI Surabaya,” imbuhnya.

Disampaikan juga oleh Rektor UK Petra, bahwa, sejak 11 April 2020, UK Petra berkerja sama dengan Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah (YISB) dan didukung oleh UBS Gold dan para donatur lainnya, telah mendonasikan ribuan rapid test kit Covid-19 ke berbagai rumah sakit.

“Hingga hari ini, (22/04), UK Petra telah mendistribusikan donasi 5.350 rapid test kit ke 15 rumah sakit dan 8 puskesmas/poliklinik di tujuh kota di Jawa Timur, yaitu Surabaya, Mojokerto, Kediri, Bangkalan, Madiun, Ngawi, dan Lawang,” terangnya.

Menurut Rektor UK Petra, fokus rapid test kit ini ada dua, yaitu untuk para tenaga medis/paramedis itu sendiri, serta untuk masyarakat yang memerlukan. Dengan pemasalan rapid test kit, diharapkan  semua yang terinfeksi Covid-19 bisa segera terdeteksi dan mendapat perawatan medis, supaya penyebaran wabah ini bisa segera dipotong.

“Aksi ini tidak hanya berhenti sampai disini. Kita masih melanjutkan dengan gerakan “Petranesian Berbagi Kasih-2”,” tegasnya.

Satu gerakan yang unik namun berlangsung amat baik juga diinisasi sejak 6 April, yaitu pembentukan group memanfaatkan media sosial, disebut “Petranesian Community”. Group ini mempertemukan dan terbuka untuk seluruh warga kampus, orangtua mahasiswa dan para alumni, untuk saling berbagi promosi iklan usaha maupun inisiatif untuk saling membantu sesama di masa-masa krisis yang menimpa kondisi ekonomi banyak keluarga.

Saat ini, aksi ini telah diikuti lebih dari 650 orang, dan terbukti sangat efektif memberikan jalan keluar kesulitan ekonomi. Masih ada beberapa gerakan lain, termasuk untuk membantu masyarakat Siwalankerto.

“Wabah ini merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap dengan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir,” ungkap Prof. Djwantoro. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Photo : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...