Iwan Sunito: Sydney Menjadi Magnet Para Investor dan Pelaku Bisnis Global

JAKARTA || WARTAINDONESIA.co – Bagi Iwan Sunito, Founder dan CEO One Global, Sydney tidak sekadar menawarkan pemandangan indah dan gaya hidup kosmopolitan. Namun, kota terbesar di Australia ini terus berkembang sebagai ruang bertemunya modal, talenta dan gagasan.

“Sydney sebuah kota global yang tak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga peluang bisnis dari berbagai penjuru dunia,” ucap Iwan Sunito, Senin, (21/09/26).

Pandangan itu kembali mengemuka dalam beberapa pekan terakhir ketika sejumlah tokoh Indonesia dari beragam latar belakang mulai dari pelaku bisnis, pemerintahan, ekonomi, hingga industri kreatif, berkunjung ke Sydney.

Iwan Sunito, Founder dan CEO One Global bersama Sandiaga Uno, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. (Foto : Istimewa/Warta Indonesia)

“Rangkaian kunjungan dan pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Sydney masih memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat Indonesia yang memiliki kepentingan bisnis maupun investasi di tingkat global,” terangnya.

Kehadiran para tokoh tersebut juga mencerminkan eratnya hubungan antara Indonesia dan Australia, khususnya dalam melihat peluang yang tumbuh di salah satu kota ekonomi utama dunia. Sehingga, bagi banyak orang, Sydney adalah tempat untuk bertemu, bertukar gagasan, melihat peluang, dan memahami bagaimana sebuah kota global terus berkembang.

Salah satu kunjungan tersebut dilakukan oleh Sandiaga Uno, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia bersama delegasi Surabaya Business Forum. Dimana, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Sydney Business Insights & Mini Marathon 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan Sunito menerima kunjungan Sandiaga Uno dan delegasi di One Global Resorts Green Square. Dimana, tidak hanya berbicara mengenai bisnis, tetapi juga bertukar pikiran dan ide, serta melihat berbagai perkembangan dari perspektif masing-masing.

“Pertemuan seperti ini menjadi semakin relevan di tengah hubungan ekonomi dan bisnis Indonesia–Australia yang terus berkembang. Ketika pelaku usaha dan komunitas bisnis Indonesia datang ke Sydney, tentu tidak hanya melihat gedung atau properti. Namun, mereka ingin memahami bagaimana pasar bergerak, bagaimana sebuah kota membangun infrastrukturnya, bagaimana masyarakatnya berkembang, dan di mana peluang yang mungkin bisa dikembangkan,” tandasnya.

Baca Juga  Dukung Guru Go-Digital, TPS Menggelar Pelatihan Pembuatan Video Mengajar

Hubungan Indonesia dan Sydney juga kembali terasa secara personal ketika Mari Elka Pangestu, mantan Menteri Perdagangan dan mantan Managing Director of Development Policy and Partnerships World Bank, berkunjung ke Sydney dalam rangka perjalanannya mengikuti Sydney Marathon.

Di sisi lain, Sydney juga menarik di mata tokoh dunia hiburan dan industri kreatif. Salah satunya, Joe Taslim, aktor laga internasional yang juga mantan atlet judo nasional, yang menginap di One Global Resorts Green Square bersama timnya.

Hal yang menarik bagi Iwan adalah orang datang ke Sydney dengan alasan yang berbeda-beda. Baik, bisnis, olahraga, bertemu teman hingga mengeksplorasi peluang. Tetapi, semuanya bertemu pada satu hal Sydney masih menjadi kota yang ingin mereka datangi dan pahami.

Daya tarik Sydney bagi investor tidak semata-mata ditentukan oleh sektor properti. Ekosistem kota secara keseluruhan mulai dari infrastruktur, konektivitas internasional, pendidikan, pariwisata, lifestyle, hingga lingkungan bisnis menjadi bagian dari pertimbangan seseorang melihat peluang investasi di kota pelabuhan tersebut.

Fenomena tersebut juga tercermin dari perkembangan One Global Resorts Green Square. Di rentang sepanjang Januari hingga Juni 2026, hotel bintang lima tersebut mencatat okupansi rata-rata 95,07%, dengan gross income sekitar AU$10,8 juta.

Properti milik One Global Capital tersebut juga sukses memperoleh penghargaan Travelers’ Choice Best of the Best 2026 dari Tripadvisor dan menempati posisi ke-11 dari 195 hotel di Sydney.

“Pencapaian tersebut bukan sekadar angka. Tetapi di balik angka tersebut, ada orang yang datang, tinggal, bekerja, bertemu, dan menikmati Sydney. Itu yang menurut saya jauh lebih menarik,” kagum Iwan.

Sebagai pengusaha kelahiran Indonesia yang telah membangun karier dan bisnis di Australia, Iwan Sunito melihat hubungan kedua negara memiliki potensi yang jauh lebih besar. Kota-kota global seperti Sydney akan terus mengalami perubahan. Namun, kemampuan sebuah kota untuk menarik talenta, modal, wisatawan, pelaku usaha, dan investor akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing dalam jangka panjang.

Baca Juga  TPS Raih Apresiasi TPS PR Indonesia Awards 2026, Ini Alasannya

“Orang datang tidak hanya untuk melihat Sydney, tetapi untuk menjadi bagian dari kota ini bisa hanya untuk beberapa hari, beberapa bulan, atau jangka panjang,” pungkas Iwan. (*)

  • Pewarta : Angga DKI
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Ronie Dwito

You may also like...