Iwan Sunito Kerjakan Proyek Terbesar Senilai Rp25 Triliun di Sydney
JAKARTA || WARTAINDONESIA.co – Lebih dari empat dekade setelah meninggalkan Indonesia untuk menempuh pendidikan arsitektur di Australia, Iwan Sunito kembali memimpin salah satu pengembangan mixed-use terbesar yang saat ini tengah dikembangkan di New South Wales.
Kini Iwan Sunito kembangkan proyek terbesar mixed-use senilai sekitar AUD1,9 miliar atau setara dengan Rp25 triliun setelah lebih dari 25 tahun turut membentuk cakrawala Sydney melalui berbagai proyek ikonik.
Momentum tersebut ditandai dengan keputusan Pemerintah New South Wales (NSW) yang menetapkan proposal pengembangan kawasan Spencer Street di Five Dock yang diajukan One Global Capital sebagai State Significant Development (SSD) melalui jalur Housing Delivery Authority (HDA).
Bagi industri properti Indonesia, pencapaian ini menjadi sebuah tonggak penting. Di salah satu pasar properti paling kompetitif di dunia, seorang pengembang asal Indonesia kembali dipercaya memimpin pengembangan berskala kota yang akan menghadirkan sekitar 840 hunian baru, hotel, area retail, ruang komersial, ruang publik, serta berbagai fasilitas masyarakat dalam satu kawasan terpadu.
Melalui jalur Housing Delivery Authority, proposal Five Dock kini dapat dievaluasi berdasarkan potensi pengembangan dengan Floor Space Ratio (FSR) sekitar 5,7:1 pada lahan seluas kurang lebih 14.100 meter persegi.
Hal ini menciptakan potensi pengembangan hingga sekitar 80.400 meter persegi Gross Floor Area (GFA), hampir dua kali lipat dibandingkan ketentuan dasar sebelumnya sebesar 3,0:1 FSR.
Proyek ini juga mempertemukan kembali Iwan Sunito dengan arsitek internasional Koichi Takada dalam sebuah kolaborasi untuk menghadirkan kawasan mixed-use yang diharapkan menjadi ikon baru Sydney.
Kawasan tersebut akan mengintegrasikan hunian, hospitality, ruang komersial, dan ruang publik melalui pendekatan desain yang berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.
Five Dock memiliki karakter yang unik karena mempertemukan dua arsitek dengan perjalanan profesional dan filosofi desain yang berbeda, namun saling melengkapi.
Iwan Sunito meraih gelar Bachelor of Architecture with Honours dan Master of Construction Management dari UNSW Sydney sebelum menjadi arsitek terdaftar di New South Wales dan membangun reputasinya sebagai salah satu pengembang properti paling dikenal di Sydney.
Latar belakang tersebut membentuk cara pandang Iwan terhadap pengembangan kota. Baginya, sebuah proyek tidak hanya diukur dari nilai investasi, luas bangunan, atau kelayakan finansial, tetapi juga dari kualitas pengalaman manusia yang tercipta di dalamnya.
Selama lebih dari 25 tahun, Iwan telah memimpin berbagai proyek residensial dan mixed-use yang turut membentuk skyline Sydney.
Di sisi lain, Koichi Takada dikenal secara internasional melalui pendekatan desainnya yang organik, emosional, dan terinspirasi oleh alam. Karya-karyanya menempatkan hubungan antara manusia, arsitektur, lanskap, dan lingkungan sebagai inti dari pengalaman sebuah ruang.
Five Dock mempertemukan perspektif Iwan sebagai arsitek, pengembang, investor, dan pembentuk komunitas dengan keberanian artistik serta pendekatan desain khas Koichi Takada.
Iwan Sunito, Founder dan Group CEO One Global Capital menjelaskan bahwa, kolaborasi ini bukan sekadar hubungan antara pengembang dan konsultan desain. Ini adalah pertemuan dua arsitek dengan satu visi menciptakan salah satu destinasi perkotaan paling berkarakter bagi generasi baru Sydney.
“Saya selalu percaya bahwa kota-kota besar dibangun oleh visi jangka panjang. Setelah lebih dari 25 tahun ikut membangun berbagai bagian dari Sydney, kini saatnya membangun sesuatu yang lebih besar—bukan sekadar gedung, melainkan sebuah komunitas yang dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ujar Iwan Sunito melalui rilis resminya di Jakarta, Jumat, (17/07/26).
Bagi Iwan Sunito, perjalanan ini memiliki makna yang sangat personal. Saat pertama kali tiba di Australia sebagai mahasiswa asal Indonesia, ia membawa sebuah mimpi sederhana: menjadi seorang arsitek. Puluhan tahun kemudian, ia tidak hanya berkontribusi dalam menghadirkan berbagai proyek residensial dan mixed-use di Sydney, tetapi kini kembali memimpin salah satu pengembangan perkotaan terbesar dalam perjalanan kariernya.
Bagi One Global Capital, Five Dock menandai babak baru transformasi perusahaan sebagai platform investasi dan pengembangan real estat yang berfokus pada pembangunan kawasan terpadu, kepemilikan aset jangka panjang, serta penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi investor, masyarakat, dan kota.
Bagi Indonesia, proyek ini menjadi simbol bahwa perusahaan yang dipimpin putra bangsa tidak hanya mampu bersaing di tingkat global, tetapi juga memperoleh kepercayaan untuk memimpin proyek-proyek berskala dunia di salah satu pasar properti paling maju dan kompetitif di dunia. (*)
- Pewarta : Angga DKI
- Foto : Istimewa
- Editor : Ronie Dwito