Tingkatkan Layanan Publik, Politeknik Pelayaran Surabaya Gelar Forum Konsultasi Publik

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Sebagai lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan Kementerian Perhubungan, Politeknik Pelayaran Surabaya terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik.

Untuk itu, Politeknik Pelayaran Surabaya kembali menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 bertema “Transformasi Pelayanan Publik: Wujud Pengabdian TERBAIK” pada Selasa, (22/09/26) di Kampus II Politeknik Pelayaran Surabaya.

Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya, Moejiono menyampaikan bahwa, kegiatan FKP ini bertujuan untuk membangun dialog, pertukaran opini dan penyelarasan standar pelayanan publik secara partisipatif antara Politeknik Pelayaran Surabaya dengan seluruh stakeholder dan masyarakat.

Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya, Moejiono membuka secara resmi kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026. (Foto : Tulus/Warta Indonesia)

“Melalui FKP ini kami ingin mewujudkan Zona Integritas Menuju Bebas Korupsi – Wilayah Bersih dan Melayani,” ucap Moejiono.

Oleh karena itu, lanjut Moejiono, Politeknik Pelayaran Surabaya terus berkomitmen untuk selalu menjaga integritas serta meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan.

“Dengan layanan terbaik, kami terus membekali peserta didik dengan kemampuan, keahlian dan dislipin sesuai standar nasional dan inetrnasional. Agar, bisa menghasilkan lulusan yang profesional dan handal di bidang pelayaran untuk memenuhi standar global,” terangnya.

Moejiono juga menegaskan bahwa, Forum Konsultasi Publik ini sesuai dengan misi visi Politeknik Pelayaran Surabaya yaitu “Pengabdian Kami Melalui Pelayanan Terbaik”.

Dikesempatan yang sama, PlT Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Timur, Triyoga Muhtar Habibi hadir sebagai narasumber yang memaparkan terkait penguatan pengawasan partisipatif dan pencegahan maladminitrasi untuk mewujudkan pelayanan publik bebas gratifikasi.

“Secara khusus, Ombudsman selama ini tidak pernah menerima pengaduan untuk Politeknik Pelayaran Surabaya. Namun, kami terus sampaikan untuk transparansi, akuntabel dan partisipasi. Karena, itu menjadi salah satu pintu masuknya lewat standar layanan,” terangnya.

Sedangkan, narasumber dari Pusat Pengelolaan Transpotasi Berkelanjutan (PPTB) memaparkan bertema “Arah Kebijakan dan Standar Pelayanan Transpotasi Berkelanjutan Menuju Layanan Publik yang Adaptif dan Inovatif”.

Baca Juga  HARRIS Hotel Bundaran Satelit Turut Dukung Program Peduli Read Aloud Surabaya

Forum Konsultasi Publik 2026 yang diselenggarakan Politeknik Pelayaran Surabaya kali ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen. Diantaranya, Perwakilan Kepala Sekolah dari beberapa SMK, Warga Surabaya, Perusahaan pelayaran hingga Taruna Poltekpel Surabaya dan Alumni Poltekpel Surabaya.

Rama Wahyu (19) salah satu peserta asal Lamongan yang merupakan taruna Politeknik Pelayaran Surabaya mengaku secara fasilitas dan alat pendukung pendidikan sangat lengkap dan sudah menunjang system pendidikan.

“Sedangkan, untuk pelayanan yang diberikan Politeknik Pelayaran Surabaya kepada mahasiswa sangat baik. Tidak hanya di lingkungan kampus tapi juga di luar melalui kegiatan CSR,” ungkap Rama. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Editor : Rizal IT

You may also like...