Perkuat Triple Eliminasi, Geliat Airlangga Lakukan Peningkatan Kapasitas KOPI

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka mengatasi Triple Eliminasi yang merupakan penyakit menular seperti Hepatitis, HIV dan Sifilis, Geliat Airlangga terus memperkuat peranan kolaborasi.

Kali ini, melalui kegiatan peningkatan kapasitas Koalisi Organisasi Profesi Indonesia (KOPI) yang diadalan  pada Kamis, (25/01/24) di Hotel Haris Gubeng Surabaya, Geliat Airlangga bekerjasama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, Unicef, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim), Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan profesi dokter.

Dekan FKM Unair, Prof. Dr. Santi Martini dr.m M. Kes menyampaikan bahwa, kolaborasi ini turut berperan serentak dalam mengatasi triple eliminasi dan menjadi amal jariyah bagi semua yang turut ambil peranan.

“Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan. Karena masalah kesehatan itu juga kewajiban tiap individu. Semua elemen harus bergerak. Mulai pemerintahan, akademisi untuk merancang kebijakan dan evaluasi. Termasuk peran organisasi profesi dan masyarakat,” tutur Prof. Santi, Kamis, (25/01/24).

Menurut Prof. Santi, Triple eliminasi HIV, hepatitis maupun sipilis ini merupakan penyakit menular yang harus dicegah.  Dampaknya bisa kesemua orang baik laki laki dan perempuan. Terutama perempuan yang paling rentan.

“Bahayanya lagi, penyakit ini juga bisa menular pada anak anak. Ini yang perlu kita waspadai,” terangnya.

Dijelaskan juga bahwa, jumlah kematian ibu semakin menurun. Tercatat dari tahun 2021 ada 1.279 kematian ibu dan tahun 2024 menurun jadi 443. Oleh karena itu, pentingnya diadakan kegiatan pendampingan dokter spesialis di puskesmas untuk mengatasi triple eliminasi.

“Kita harapkan 2024 kabupaten kota menganggarkan dana ini. Pendampingan dokter spesialis ke puskesmas tak hanya obgin dan anak saja, tapi bisa yang lain,” tandasnya.

Sementara secara virtual, Prof Nyoman mengaku bahwa Unair sangat mendukung berbagai kegiatan kesehatan, ibu anak dan eliminasi.

Baca Juga  UNAIR Fasilitasi Mahasiswa Disabilitas dengan Pendidikan Inklusi

“Kita dari Unair sangat peduli dan selalu berkolaborasi dengan dinkes dan kesehatan profesi. Seperti sub pin kemarin kita melaporkan ada 600 mahasiswa turut terlibat. Ini menandakan Unair terus mendukung kegiatan kesehatan,” pungkas Prof. Nyoman,

Dalam kesempatan kegiatan peningkatan kapasitas KOPI, Gelita Airlangga juga menghadirkan narasumber pakar Spesiais Penyakit Dalam Ummi Maimunah, dr., Sp.PD., K-GEH, FINASIM untuk berbagi informasi seputar cara menangani dan pencegahan serta dampak penyakit menular. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Penerbit : Dwito

You may also like...