OFTCS 2026 Ajang Pembelajaran Perpajakan Mahasiswa

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Olimpiade Forum Tax Center Surabaya (OFTCS) bukan sekedar ajang kompetisi namun menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan perpajakan serta membangun karakter.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jawa Timur I, Lusi Yuliani saat membuka secara resmi babak perempat final, semifinal dan final OFTCS 2026 pada Senin, (28/09/26) di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Program OFTCS 2026 bertema “Ekosistem Pajak Terintegrasi: Masa Depan Reformasi Perpajakan Indonesia” tersebut merupakan kerjasama antara Kanwil DJP Jawa Timur I bersama Forum Tax Center Surabaya dan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Surabaya.

OFTCS 2026 memperluas cakupan dari kompetisi tingkat Jawa Timur menjadi kompetisi perpajakan tingkat nasional. Untuk babak penyisihan telah dilaksanakan secara daring pada 16 September 2026 dan diikuti oleh 32 tim dari 18 perguruan tinggi.

Setelah melalui tahap penyisihan, sebanyak delapan tim berhasil melaju ke babak perempat final, semifinal, dan final.

Lusi Yuliani menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian OFTCS 2026 serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan.

“Perkembangan sistem dan regulasi perpajakan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dan memiliki integritas,” ucap Lusi.

Selain kompetisi, OFTCS 2026 juga menghadirkan diskusi panel bertema “Regulasi dan Prospek Karier Bidang Perpajakan” dengan narasumber dari Tim Kerja Pembinaan Profesi Keuangan, Direktorat Pembinaan dan Pengawasan Profesi Keuangan; Sekretaris Umum IKPI; serta akademisi dan praktisi perpajakan.

Para narasumber membahas perkembangan regulasi, dinamika profesi, peluang karier, serta kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja.

“OFTCS 2026 menjadi ruang kolaborasi antara DJP, perguruan tinggi, Tax Center, organisasi profesi, praktisi, dan mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai perpajakan,” terangnya.

Baca Juga  Asuransi Astra Berhasil Raih Penghargaan Top CSR Awards 2023

Melalui kompetisi dan diskusi yang diselenggarakan, mahasiswa tidak hanya mengasah pengetahuan perpajakan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan menjunjung tinggi integritas.

“Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri, mengenal dunia perpajakan, dan berkontribusi dalam pembangunan Indonesia,” ungkap Lusi.

Dalam kompetisi OFTCS 2026 tersebut juara 1 diraih oleh BINUS University, Juara II Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan Juara III Universitas Brawijaya Malang. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Rizal IT

You may also like...