OJK : Per Desember 2025 Kinerja Perbankan di Jawa Timur Masih tetep Terjaga

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Per Desember 2025, kinerja perbankan nasional masih menunjukkan total penyaluran kredit sebesar Rp625,66 trilun atau tumbuh sebesar 1,90% (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp817,59 triliun atau tumbuh 3,50% (yoy).

Catatan tersebut disampaikan Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas V. M. Tarihoran dalam paparan di kegaiatan Media Breafing pada Senin, (09/02/26) di Surabaya.

Mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri”, OJK dan ketiga lembaga (Bank Indonesia, Kantor LPS II dan Kementerian Keuangan) berkomitmen menjaga stabilitas dan mendorong ekonomi Jawa Timur.

Horas V. M. Tarihoran mengatakan bahwa, stabilitas perbankan juga terjaga tercermin dari rasio NPL yang terjaga baik di level 3,37% dan CAR yang kuat sebesar 31,38%. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuiditas terjaga sebagimana tercermin dari AL/DPK sebesar 26,74% dan AL/NCD sebesar 119,31%, diatas tresshold.

“Solidnya kinerja perbankan selama 2025 juga sejalan dengan capaian positif kinerja pasar modal, asuransi dan penjaminan, dana pensiun, serta Perusahaan modal ventura, Lembaga keuangan mikro dan Lembaga jasa keuangan lainnya (PVML),” ujar Horas.

Melalui penguatan sinergi, inovasi, dan transformasi kebijakan yang pro-growth, keempat lembaga optimis dapat berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas, menavigasi tantangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan, untuk Indonesia tangguh dan mandiri.

Hal senada juga disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim bahwa, secara keseluruhan perekonomian pada tahun 2025, Jawa Timur mencatat tumbuh 5, 33% (yoy). Lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,93% (yoy).

Baca Juga  Pesta Otomotif Terbesar “GIIAS Surabaya 2023” Siap Sapa Warga Jawa Timur

“Membaiknya kinerja ekonomi Jawa Timur ditopang oleh konsumsi rumah tangga, kinerja investasi, dan aktivitas ekspor. Sementara di sisi penawaran, akselerasi kinerja terjadi pada Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan, LU Pertanian, serta LU Akomodasi Makan dan Minuman,” terang Ibrahim.

Selain itu, lanjut Ibrahim, kuatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didukung oleh terkendalinya inflasi pada Januari 2026 sebesar 3,29% (yoy), yang masih terjaga dalam sasaran 2,5+-1 persen.

Menurut Ibrahim, inflasi yang terkendali tersebut sejalan dengan kuatnya sinergi dan inovasi program TPID yang dirumuskan dalam kerangka pengendalian mêlasi 2025. Sedangkan, kinerja ekonomi Jawa Timur tahun 2026 diperkirakan akan tetap terjaga baik, pada kisaran 4,9 — 5,7% (yoy) ditopang oleh tetap kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi, dan terjaganya permintaan eksternal.

“Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan terjaga baik, dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional 2,5+-1%,” ungkapnya.

Menariknya, dalam kegiatan Media Breafing yang bertepatan dengan Hari Pers Nasional 2026 tersebut, keempat lembaga juga menyampaikan harapan agar media dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam menyebarkan informasi akurat, meningkatkan literasi ekonomi, serta turut mengedepankan pemberitaan yang berimbang dan mendukung persepsi positif publik sehingga berdampak pada stabilitas ekonomi. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Rizal IT

You may also like...