Pertengahan 2020, Crown Group Segera Luncurkan Hunian Pertama di Melbourne

JAKARTA_WARTAINDONESIA.co – Pertengahan 2020 mendatang, pengembang terkemuka Australia, Crown Group, segera meluncurkan pengembangan hunian pertamanya di Melbourne. Dimana, proyek residensial yang berlokasi di Southbank dan bertemakan seni  ini telah menerima persetujuan perencanaan awal dari City of Melbourne pada Januari 2019.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito dalam rilis resminya pada Rabu, 29 Januari 2020 di Jakarta.

Iwan Sunito menyampaikan bahwa, menara hunian bertemakan seni ini terletak di Jantung kawasan seni dan hiburan kota melbourne, Southbank. Mengikuti terobosan inovatif yang menjadi tradisi Crown Group.

“Dua menara apartemen yang terinspirasi oleh seni ini, dirancang oleh Koichi Takada Architects yang terkenal di dunia, dan diproyeksikan untuk menjadi mahakarya desain yang akan menjadi landmark bagi kawasan Southbank di Melbourne,” ujar pria yang akrab disapa Iwan melalui rilis resminya di Jakarta, Rabu, (29/01/20).

“Desain yang menarik akan mengubah wajah Southbank dan melengkapi rencana pembangunan kembali oleh pemerintah Victoria senilai Rp. 2 triliun atas kawasan seni yang terkenal ini,” sambungnya.

Proyek pengembangan hunian ini merupakan usaha patungan antara Crown Group Sydney dengan pengembang lama yang berbasis Melbourne, G3 Projects. Ini akan menampilkan dua menara hunian dengan 16 dan 14 lantai berlokasi di perempatan 175 Sturt Street. Kedua menara ini akan menampung 152 unit apartemen mewah dengan satu, dua, dan tiga kamar tidur serta taman di puncak menara. G3 Project sendiri telah dikenal dengan berbagai proyek hunian butik canggih di Melbourne.

“Tim telah memilih situs tersebut karena daya tariknya dengan semakin banyaknya pembeli internasional yang mencari Melbourne, serta penduduk lokal yang tertarik untuk tinggal kawasan seni dan budaya yang semarak tersebut,” terangnya.

Dipilihnya sisi timur Southbank karena berevolusi menjadi daerah kantong yang sangat diinginkan di jantung kawasan seni Melbourne. Ini adalah kawasan pinggiran kota yang ramai tetapi dengan suasana kota yang tenang karena sekolah-sekolah yang bagus dan Kings Domain hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki. Juga dekat dengan Toorak,hingga South Yarra, dan St Kilda Road.

“Hal yang luar biasa dengan lokasi ini adalah bahwa meskipun hanya berjarak 2 km dan tiga halte trem dari CBD, itu tidak akan terasa padat,” tutur Iwan.

Desainnya sendiri bertujuan untuk merayakan seni Melbourne yang berkembang dan salah satu fitur utamanya adalah ruang bagi komunitas seni di lantai bawah yang akan menyediakan tempat untuk menyelenggarakan pameran dan instalasi seni, serta titik pertemuan budaya.

Para penghuni nantinya akan memiliki akses ke fasilitas bergaya resor khas Crown Group, yang meliputi lounge dan taman di puncak gedung, teater, area bermain anak-anak, gym, dan kolam renang. Juga akan ada kafe di lantai dasar dan parkir untuk 140 mobil dan 40 sepeda di podium empat tingkat.

Sedangkan, menurut Arsitek Koichi Takada dirinya terinspirasi oleh gambar dalam seni untuk menghadirkan desai dua menara putih melengkung yang mencolok, mewakili awan, yang bergerak dan berubah sepanjang waktu, seperti penari.

Proyek ini melengkapi rencana Pemerintah Victoria untuk berinvestasi lebih dari Rp. 2 triliun selama dua tahun ke depan untuk menata kembali Southbank dan kawasan seni di sekitarnya, yang diharapkan akan menarik tambahan 3 juta pengunjung setiap tahunnya. (Ang/Tls)

You may also like...