PT ASPR Optimis Pertumbuhan Berkelanjutan di Tahun 2026, Ini Langkah Strategisnya
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Sebagai perusahaan manufaktur kemasan plastik, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) optimis dapat melanjutkan pertumbuhan yang berkelanjutan di tahun 2026 melalui penguatan kapasitas produksi dan pengembangan pasar.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT ASPR, Ricky Winoto dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun Buku 2025 pada Selasa, (09/06/26) di Mercure Surabaya Grand Mirama.
Ricky Winoto menyampaikan bahwa, PT ASPR yang telah berdiri sejak tahun 1991 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2025, akan terus fokus pada peningkatan kualitas produk, efisiensi operasional, dan penguatan hubungan dengan pelanggan.
“Dukungan dari seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi Perseroan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ujar Ricky Winoto.
Perlu diketahui, Perseroan merupakan produsen kemasan plastik berbahan PET, PP, HDPE, dan LDPE yang melayani berbagai sektor industri, mulai dari makanan, minuman, cat, hingga kebutuhan kemasan lainnya.
Dengan fasilitas produksi yang berlokasi di Surabaya dan Pasuruan, PT ASPR terus memperkuat posisinya sebagai mitra terpercaya bagi berbagai perusahaan nasional melalui penerapan standar kualitas dan keamanan pangan berkelas internasional, termasuk sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 22000:2018, HACCP, Halal, dan FSSC 22000.
Di tengah pertumbuhan industri kemasan nasional, Perseroan terus menunjukkan kinerja yang positif. Hingga kuartal pertama tahun 2026. Dimana, PT ASPR membukukan pendapatan sebesar Rp78,29 miliar atau meningkat 27,43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda rapat yang diajukan Perseroan. Dimana, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025, termasuk Laporan Kegiatan Usaha Perseroan dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris. Serta, mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mennix & Rekan.
Dengan disetujuinya laporan tahunan dan disahkannya laporan keuangan tersebut, pemegang saham memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas seluruh tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.
Selin itu, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan sebesar Rp8,75 miliar. Sebesar Rp1,75 miliar ditetapkan sebagai dividen tunai final tahun buku 2025, Rp4,06 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan wajib, sedangkan sisanya sebesar Rp2,94 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan.
RUPST juga memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026 serta menetapkan honorarium dan tunjangan Direksi dan Dewan Komisaris.
Pada kesempatan yang sama, Perseroan juga menggelar Public Expose yang dipimpin oleh Direktur Utama, Ricky Winoto. Dimana, memaparkan prospek usaha yang tetap positif, didukung oleh meningkatnya permintaan pada segmen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan minyak goreng.
Untuk menangkap peluang tersebut, Perseroan berencana melakukan investasi penambahan mesin produksi pada tahun 2026. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pangsa pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing Perseroan di industri kemasan plastik nasional. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Tulus
- Editor : Rizal IT