Maksimalkan Kesehatan, Ratusan Taruna Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Demi menjaga kesehatan dan melindung diri dari virus Covid-19, ratusan Taruna dan personel Akademi Angkatan Laut (AAL) kembali jalani vaksinasi Covid-19 dosis Kedua.

Vaksinasi yang dilakukan pada Rabu, 24 Maret 2021 di Gedung Mas Pardi, Kesatrian AAL Bumimoro, Surabaya dihadiri langsung oleh Gubernur AAL Laksda TNI Tunggul Suropati, S.E., M.Tr (Han) didampingi Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E., M.Tr.

Kasubditkes Ditpers AAL Letkol Laut (K) dr. Heru Nurdianto, Sp.U. selaku penanggung jawab pelaksanaan vaksinasi mengatakan, bahwa vaksinasi tahap kedua ini sebagai tindaklanjut setelah dilakukan vaksinasi pertama.

“Dari pelaksanaan vaksin dosis pertama, tidak ditemukan adanya prajurit dan Taruna yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” ucap Letkol Laut Heru, Rabu, (24/03/21).

Sedangkan, untuk vaksinasi tahap kedua ini, lanjut Letkol Laut Heru, diberikan kepada 294 orang dengan rincian 72  orang prajurit militer, 14 orang PNS dan 208 Taruna AAL, hal ini sesuai dengan jumlah vaksinasi pertama yang dilakukan pada tanggal 10 Maret 2021 lalu.

“Apabila seandainya ditemukan gejala KIPI ringan dan sedang maka akan dilakukan observasi, tapi KIPI dengan gejala berat akan dievakuasi ke RSPAL dr. Ramelan,” tegasnya.

Bagi personel dan Taruna AAL yang belum mendapat vaksin, secara bertahap dan berlanjut terus dilakukan di Rumkit drg. Nainggolan AAL baik untuk vaksin pertama maupun vaksin kedua.

“Setiap kita melaksanakan vaksinasi selalu menyiapkan tim medis. Jadi ada sudut medisnya dimana terdapat beberapa dokter ahli, jantung, paru, anestesi dan dokter umum yang siap membantu apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Menurutnya, pelaksanaan Vaksin Covid-19 dengan jenis Vaksin Sinovac ini, harus melalui empat tahapan. Tahap pertama, orang yang akan disuntik vaksin harus lolos verifikasi setelah pendaftaran on line melalui aplikasi ‘Peduli Lindungi’. Kemudian ke pos dua untuk pengecekan suhu, tensi, skrining dan anamnase. Di pos ini calon penerima vaksin akan diperiksa secara detail termasuk ada tidaknya penyakit penyerta.

Baca Juga  AAL Harumkan Nama Kesatuan Dengan Meraih Penghargaan MURTI

“Dalam pos ini akan diberikan pertanyaan sebanyak 16 item termasuk ada tidaknya penyakit bawaan. Jika ada satu saja item yang tidak sesuai syarat, maka dia tidak boleh dulu menerima vaksin,” ungkap Heru.

Apabila lolos di pos dua, maka tahapan berikutnya adalah pemberian Vaksin Covid-19 yang berada di pos tiga. Usai disuntik, penerima vaksin akan menjalani masa observasi selama 30 menit di pos empat. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...