Belasan Ribu Karya Inovatif Mahasiswa Unesa Pecahkan Rekor MURI

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui karya inovatif yang memberikan dampak kepada masyarakat sekitar.

Kali ini, mahasiswa Unesa yang menjalani program mobilitas akademik berhasil menghasilkan sebanyak 11.524 karya inovatif dan berdampak sepanjang tahun akademik 2025–2026. Hingga berhasil memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai karya inovatif terbanyak dari program mobilitas akademik di Indonesia.

Wakil Rektor I Unesa Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Martadi, menyampaikan bahwa, belasan ribu karya inovatif tersebut merupakan manifestasi dari penguatan kompetensi soft skills mahasiswa selama di lapangan.


Wakil Rektor I Unesa Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Martadi menghadiri Festival Mobilitas Akademik 2026 Unesa. (foto : Tulus/Warta Indonesia)

“Dengan rekor superlatif kategori “Prestasi Karsa dan Karya Superlatif” ini, Unesa mencatat sebagai Rekor MURI ke-12.623,” ucap Prof. Martadi di sela sela acara Festival Mobilitas Akademik 2026 pada Sabtu, (07/02/26) di Rektorat Unesa.

Melalui Festival Mobilitas Akademik 2026 bertema “Mobilitas Akademik Berdampak dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas : Sinergi Kebijakan, Implementasi dan Dampak Nyata” ini, lanjut Prof. Martadi, diharapkan bisa menjadi pendorong dan penyemangat baru mahasiswa.

Melalui delapan jalur mobilitas akademik, seperti magang, proyek desa, penelitian, hingga proyek independen, mahasiswa didorong untuk menghasilkan solusi nyata atas persoalan yang mereka temui.

“Kami tidak hanya ingin mahasiswa sekadar hadir di masyarakat, tetapi harus pulang membawa karya. Inovasi yang dihasilkan adalah bukti bahwa kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan problem solving,” tegasnya.

Menurut Prof. Martadi, seluruh karya inovatif ini dihasilkan melalui proses intensif selama satu semester, yang setara dengan pengakuan 20 Satuan Kredit Semester (SKS) dengan melibatkan ribuan mahasiswa yang tersebar di berbagai sektor profesional, instansi pemerintah, hingga proyek pemberdayaan masyarakat.

Ditempat yang sama, Direktur Marketing MURI, Anwar Rahargo, menyjelaskan, pencapaian ini merupakan tonggak sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Unesa dinilai berhasil menggerakkan sumber daya mahasiswa secara kolektif untuk menciptakan dampak yang terukur bagi masyarakat.

Baca Juga  The Maples Clinic Hadirkan Perawatan Estetika Medis Aman dan Berkualitas

“MURI mencatat prestasi Unesa sebagai yang terbanyak. Karena, mampu memobilisasi 11.524 peserta dan karya secara bersamaan.,” ungkap Anwar.

Anwar juga mengapresiasi Unesa yang terus menunjukkan komitmen luar biasa dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif dan berbasis luaran inovasi.

Salah satu karya inovatif mahasiswa Unesa adalah Kompos Organik yang diberi nama SUBURASA. Dimana, dibuat dari limbah rumput non invasif pekarangan dan gulma invasif sawah berbasis mikroba indigenous pertanian berkelanjutan.

Annisa’ul Khusna salah satu anggota tim proyek Kompos Organik SUBURASA mengatakan, Kompos Organik SUBURASA ini diharapkan bisa menjadi solusi praktis dalam upaya mengurangi limbah organik sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Pencapaian ini semakin mempertegas posisi Unesa sebagai “Rumah Para Juara” yang konsisten memfasilitasi mahasiswa untuk berinovasi tanpa batas melalui kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri dan sosial. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Editor : Rizal IT

You may also like...