Cita Hati School Dorong Kesadaran Budaya Siswa Melalui Program International Culture Day
SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Ditengah arus globalisasi yang semakin pesat, kemampuan memahami dan menghargai keberagaman budaya menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda.
Oleh karena itu, melalui kegiatan International Culture Day yang diadakan pada Rabu, (05/02/26), Cita Hati Christian School Citraland Campus mengajak siswa siswi kelas 7 hingga 12 lebih mengenal budaya di seluruh dunia.
Clara Yap, Kepala Sekolah SMP-SMA Cita Citraland Campus menyampaikan bahwa, kegiatan tahunan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran kontekstual yang mengajak siswa untuk mengenal, mengalami dan mengapresiasi budaya dari berbagai negara secara langsung.

“Ini bukan sekadar hiburan, akan tetapi menjadi kesempatan bagi siswa untuk menghargai budaya dunia secara langsung, menumbuhkan rasa hormat terhadap perbedaan serta mengembangkan keterampilan sosial dan kreativitas,” ujar Clara Yap.
Melalui rangkaian kegiatan International Culture Day, lanjut Clara Yap, diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang komprehensif dan berkesan bagi siswa siswi Cita Hati Christian School Citraland Campus. Serta, memperkenalkan keragaman budaya dunia dan menanamkan nilai keterbukaan, toleransi, dan rasa hormat terhadap perbedaan sejak dini.
Perlu diketahui, interaksi lintas budaya kini tidak hanya terjadi di ruang internasional, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan.
“Sebagai sekolah yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB), Cita Hati Christian School menempatkan international mindedness sebagai salah satu nilai utama dalam proses pembelajaran,” terangnya.
Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk berpikir secara global, memahami perspektif lintas budaya, serta mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata. International Culture Day juga selaras dengan pendekatan interdisciplinary learning dan global context dalam program Middle Years Programme (MYP), di mana siswa mengeksplorasi tema personal and cultural expression serta globalization and sustainability melalui pengalaman yang interaktif.
Dalam kegiatan International Culture Day tersebut menghadirkan tujuh booth negara yang menyajikan makanan dan permainan tradisional secara gratis, memungkinkan siswa mengenal budaya dunia secara langsung melalui pengalaman interaktif.
Keseruan International Culture Day juga dirasakan seluruh siswa. Salah satunya, booth Negara Japan yang dibuat oleh Abigail Maureen Wijaya (13) beserta teman teman kelas 8 yang mengaku bangga bisa berkontribusi dalam ajang International Culture Day.
“Melalui acara ini kami bisa lebih mengenal budaya di beberapa Negara. Termasuk Jepang yang memiliki karakter unik. Sehingga, nantinya lulus sekolah bila ingin kuliah keluar negeri kita bisa lebih mudah,” tandas Abi.
Hal menarik ditunjukkan oleh Nicholas Kent Rachmat (14) siswa kelas 9 bersama teman teman membuat booth Indonesia. Ia ingin menunjukkan bahwa budaya Indonsia tidak kalah menariknya dengan budaya asing.
“Melalui booth Indonesia ini kami ingin meunjukkan beragam budaya, kuliner dan batik yang menarik kepada dunia. Agar, kita bisa lebih bangga akan Indonesia,” ungkap Nicholas.
Serunya lagi, dalam rangkaian acara juga diadakan fashion show internasional oleh perwakilan siswa kelas 7–12, pertunjukan drama lintas budaya dari siswa teater, serta kolaborasi penampilan guru yang memperkuat semangat kebersamaan dalam komunitas sekolah.
Selain itu, juga ada solo dance dari tamu undangan India Association of Surabaya dan flashmob bersama seluruh siswa, menciptakan suasana meriah penuh energi dan ekspresi budaya. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Tulus
- Editor : Rizal IT