Filter Rokok karya Mahasiswa Unair Mampu Kurangi Kerusakan Paru Paru

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Mungkin ini kabar gembira bagi masyarakat terutama para perokok. Pasalnya, kini mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) telah menciptakan filter rokok yang diberi nama Nano Enzyme-Carbon Filter untuk mengurangi dampak buruk dari asap rokok yang mampu mengurangi kerusakan paru paru.

Kelima mahasiswa Unair pencetus Nano Enzyme tersebut adalah Muhammad Fahroji, Muhamad Faqih, Widyah Puspitasari, Izza Nur Ilmiyah dari Fakultas Sains dan Teknologi 2018 dan Kamailiyah Ulfah dari Fakultas Kedokteran Hewan 2017.

Muhammad Fahroji Ketua Tim PKM RE (Riset Eksakta) menjelaskan bahwa, pada dasarnya, banyak masyarakat yang tidak terpengaruh oleh kampanye dan dampak nyata mengenai bahaya rokok yang juga menjadi penyebab kematian di Indonesia.

“Jadi ini merupakan salah satu bentuk usaha kami sebagai peneliti muda, untuk mengurangi risiko penyakit yang ditimbulkan akibat rokok,” kata Muhammad, Kamis, (12/08/21).

Umumnya, lanjut Muhammad, filter bawaan pada rokok terbuat dari Selulosa Asetat yang dipercaya dapat menyaring zat seperti Tar dan Nikotin. Dengan komposisi berbeda, filter rokok tersebut diharapkan dapat bekerja secara lebih baik.

“Pada dasarnya modifikasi yang kami lakukan bertujuan untuk memaksimalkan fungsi dari filter rokok, sehingga produk yang dihasilkan secara fungsional memiliki efektifitas yang lebih baik khususnya dalam mengurangi efek berbahaya bagi tubuh,” terangnya.

Keistimewaan filter modifikasi ini terdapat pada penambahan beberapa senyawa, yaitu Graphene Oxide (GO), Activated Carbon (AC), dan Cooper Tannic Acid Nanozyme (Cu-Tannic Acid) yang telah diteliti memiliki kemampuan untuk menyerap zat-zat berbahaya dalam asap rokok.

“Ketiga senyawa tersebut kami kombinasikan untuk secara khusus menyaring senyawa berbahaya pada rokok yakni radikal bebas, senyawa karbonil, dan partikel mikro dalam rokok. Hal tersebut merupakan hal baru yang kami tawarkan dibandingkan filter komersial yang beredar di pasaran,” tandasnya.

Baca Juga  PLasmaHub Karya ITS, Bantu Permudah Permasalahan Donor Plasma Konvalesen

Setelah melakukan kajian literatur, uji in silico, uji etik dan pemesanan alat, kini tim sedang fokus dalam pengerjaan artikel dan izin karakterisasi lanjutan untuk senyawa yang diuji. Tim PKM yang dibimbing oleh Mochamad Zakki Fahmi, S.Si., M.Si., Ph.D dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga juga menggagas ide ini dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Peduli Kanker Paru.

Mereka berharap, kedepannya penelitian ini nantinya dapat disebarluaskan agar dampak baiknya bisa dirasakan masyarakat. Sehingga, penelitian ini dapat bermanfaat bagi jutaan perokok di Indonesia, agar berkurangnya risiko terkena penyakit akut akibat rokok. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...