Gerakan “Surabaya Mendongeng” Diharapkan Mampu Tingkatkan Minat Baca Anak

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Dalam rangka menumbuhkan kembali minat baca dan mendongeng anak anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, menggalakkan gerakan “Surabaya Mendongeng”.

Gerakan “Surabaya Mendongeng” secara resmi di launching pada Kamis, (16/12/21) di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Balai RW VIII Perumahan Gunung Anyar Emas Surabaya.

Kepala Dispusip Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi mengatakan bahwa, Mendongeng menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat baca anak. Namun, sayangnya kebudayaan mendongeng ini sudah mulai tergerus oleh kemajuan teknologi di era digital seperti gadget.

“Oleh karena itu gerakan Surabaya Mendongeng sesuai arahan Pak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk digalakkan dan dimasyarakatkan ke kampung kampung,” ujar Musdiq, Kamis, (16/12/21).

Melalui gerakan Surabaya Mendongeng ini, lanjut Musdiq, diharapkan setiap akhir pekan atau hari libur banyak bibit unggul yang bermunculan di beberapa pemukiman warga. Mereka itu bisa ditampilkan dengan mendongeng di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ada di setiap Balai RW di Surabaya.

“Saat ini kebudayaan mendongeng sudah mulai tergerus. Bahkan, orang tua hanya memberikan gadget kepada anaknya sebagai media informasi dan belajar. Namun, tanpa ada bimbingan dan arahan. Sehingga, banyak disalahgunakan untuk bermain game saja,” terangnya.

Dengan mendongeng, diharapkan kepercayaan anak anak semakin tumbuh dan berkembang. Sehingga, mampu meningkatkan minat anak anak untuk gemar membaca buku. Terlebih lagi, sekarang telah banyak TBM yang telah dibangun semenarik mungkin dengan disupport oleh Nippon Paint agar bisa menarik minat anak anak untuk membaca.

Fauziyah selaku Supervisor Nippon Paint area Indonesia Timur, mengatakan, Nippon Paint bangga bisa turut mendukung program program Pemkot Surabaya demi kecerdasaan anak anak Indonesia dengan meningkatkan kembali minat baca anak anak dengan membangun TBM.

Baca Juga  Dukung Mahasiswa Cerdas Keuangan, OJK Luncurkan Si-Pinter Keuangan

“Nippon Paint support dengan memberikan cat cat berkualitas agar bisa merepainting TBM menjadi lebih bagus dan menarik. Sehingga, bisa membuat anak anak lebih betah untuk membaca buku,” tandas Fauziyah.

Perlu diketahui, di Surabaya ada sebanyak 532 TBM yang terdiri dari dua perpustakaan pusat dan 530 TBM. Lokasi TBM itu berada di fasilitas fasilitas publik dan permukiman warga, mulai dari Balai RI, kantor kelurahan, taman dan tempat lainnya.

“Lokasi TBM secara fisik banyak yang tidak memenuhi syarat. Karena bercampur dengan yang lainnya. Oleh karena itu, kita buat TBM itu senyaman mungkin, bahkan banyak yang sudah kami mural, sehingga pengunjung bisa merasa nyaman dan betah di TBM,” pungkas Musdiq. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Tulus
  • Penerbit : Dwito

You may also like...