Ini Cara UNAIR Atasi Krisis di Daerah Bencana
SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Selain akses mobilitas seperti jalan dan jembatan yang putus, akses akan kebutuhan air bersih juga masih menjadi kendala tersendiri. Sehingga, kebutuhan air setelah tiga pekan pascabanjir dan tanah longsor sangat dibutuhkan.
Melihat kondisi tersebut, dosen dan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang juga tergabung dalam Tim Tanggap Darurat Bencana Universitas Airlangga (UNAIR) mendorong percepatan pemulihan lewat instalasi filter air.
Danar Arifka Rahman ST MT mengatakan bahwa, masih banyak daerah terdampak yang membutuhkan air bersih. Salah satunya di Jorong (dusun) Limo Badak, Malalak, Kabupaten Agam akses air bersih masih cenderung terbatas. Pasalnya, sumber air yang biasa masyarakat gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, turut terdampak banjir dan tanah longsor.
“Untuk itu, UNAIR melakukan pemasangan filter air di Limo Badak bertujuan untuk membantu mengembalikan akses air dan sanitasi bersih bagi masyarakat terdampak,” kata Danar, Kamis, (18/12/25).
Sedangkan, lanjut Danar, untuk proses instalasi filter air, mulai dari penentuan titik lokasi hingga sumber air yang digunakan. Sebagai informasi, Limo Badak menjadi salah satu kawasan terdampak di Kecamatan Malalak. Di sana, masyarakat mendirikan dapur umum di dekat sebuah masjid yang juga menjadi tempat berkumpul dan evakuasi.
“Untuk distribusi air bersihnya, mengambil dari tampungan masyarakat setempat. Dimana air itu mengalir terus dari atas lalu kami ambil, ditampung di suatu bak penampungan. Di penampungan tersebut kami pompa melalui kolong filtrasi. Hasil filtrasi tersebut bisa masyarakat manfaatkan untuk masak, minum, dan sebagainya,” terangnya.
Untuk mendapatkan performa instalasi yang optimal, tak lupa Danar dan tim juga memberikan sosialisasi tentang perawatan instalasi pada masyarakat.
“Kami juga sudah menyampaikan ke masyarakat setempat cara membersihkan filter sehingga bisa digunakan terus. Selama rutin dibersihkan, instalasi tersebut bisa awet sampai berbilang tahun,” tandasnya.
Dosen Teknik Lingkungan itu berharap, instalasi filter air tersebut bisa membawa manfaat bagi masyarakat Limo Badak untuk menjalani hari-hari pascabencana.
“Harapan saya semoga hal kecil ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Limo Badak. Kemudian dengan adanya sosialisasi cara penggunaannya, kami harap filter air ini bisa awet dan bisa dimanfaatkan terus oleh mereka,” ungkap Danar.
Bagi masyarakat Limo Badak, seperti Rio Hanafi, kehadiran instalasi filter air ini sangat membantu keberlangsungan hidup mereka sehari-hari. Pasca terjadinya bencana, aktivitas mereka sempat terganggu karena sumber air yang turut terdampak.
Rio berharap, instalasi filter air tersebut bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Masyarakat di Limo Badak ini juga akan turut berpartisipasi dan bergotong royong dalam perawatan instalasi ini. (*)
- Pewarta : Tulus Widodo
- Foto : Istimewa
- Penerbit : Rizal IT