Tangisan Ibunda Linda Ayu Pecah Saat Menerima Ijazah Wisuda Ke-120, Ini Alasannya

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Tangisan Ibunda salah satu wisudawan pecah tidak terbendung saat menerima ijazah kelulusan putrinya dalam momen gelaran Wisuda Jenjang Sarjana Terapan, Sarjana, Magister dan Doktor Ke-120 pada Kamis, (25/06/26) di Graha Unesa.

Pasalnya, mahasiswi Unesa Program Studi S-1 Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bernama Linda Ayu Tivani telah meninggal dunia sebelum sempat mengenakan toga dan mengikuti prosesi wisuda.

Linda merupakan putri pertama dari Ibu Kartiwi asal Kediri Jawa Timur yang mendadak sakit parah dan ketika dibawa ke rumah sakit didiagnosa dokter terkena penyakit paru paru basah akut menjelang kelulusannya.

Ibunda Kartiwi dan Anak Kedua Carolina Anjelin Valetta usai mengikuti prosesi wisuda almarhum Linda. (Foto : Tulus/Warta Indonesia)

Kesedihan ini yang dirasakan keluarga Linda terutama sang ibunda ketika menerima ijazah kelulusan putrinya. Dimana, ditengah ribuan wisudawan yang sedang merayakan keberhasilan kelulusan, putrinya tidak bisa turut hadir.

Kartiwi yang didampingi putri keduanya bernama Carolina Anjelin Valetta saat prosesi wisuda mengaku sedih dan menangis. Namun, ia sudah mengaku mengiklaskan kepergian putri pertamanya meskipun dadanya terasa sesak.

“Orang tua mana yang tidak bahagia bisa melihat putrinya bisa lulus kuliah dan di wisuda. Namun, hancur dan sedih rasanya jiwa ini melihat putri saya tiba tiba sakit parah dan meninggal dunia,” kata Kartiwi dengan mata berkaca kaca menahan air mata saat menerima Ijazah kelulusan putrinya.

Kartiwi mengaku iklas karena menurutnya semua ini sudah takdir Tuhan YME. Ia juga mengaku bangga, Linda putrinya memiliki semangat yang luar biasa untuk bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu.

“Linda anak pendiam jarang sekali bercerita kalau sakit kepada keluarganya. Sehingga, saya kaget tiba tiba putri saya sakit secara mendadak dan langsung parah. Sedih sekali rasanya,” terangnya.

Baca Juga  PKM Sosiologi Unesa Dukung Lingkungan Bebas Diskriminasi di SDN Mojokerto

Namun, Kartiwi juga mengaku kaget dan bahagia karena Linda mendapatkan beasiswa dari Unesa selama masa pendidikan. Hal tersebut ia ketahui saat membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal) melalui bank tapi ditolak dengan alasan telah lunas dibayar.

“Saya lalu coba cek ke kampus ternyata diinformasikan bahwa Linda mendapatkan beasiswa. Rasaya bahagia sekali. Ini yang membuat saya sedih sekali saat menerima ijazah kelulusan Linda,” akunya.

Dikesempatan yang sama, Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes juga menyampaikan belasungkawa sedalam dalamnya. Seluruh civitas mendoakan agar almarhumah Husnul Khotimah. Serta, diharapkan keluarga tabah dan menerima dengan iklas takdir Tuhan YME.

Sebagai bentuk belasungkawa, Rektor yang akrab disapa Cak Hasan ini memberikan beasiswa kepada adik almarhumah Linda apabila nantinya lulus sekolah SMA mau masuk di kampus Unesa.

Hal tersebut disambut baik oleh Carolina Anjelin Valetta (16) yang masih duduk dibangku SMA Negeri 1 Kediri. Ia menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi pihak Unesa yang telah menjadi rumah kedua bagi kakaknya.

“Saya akan lebih giat lagi belajarnya. Agar nanti bisa lulus dengan nilai terbaik. Agar, bisa melanjutkan cita cita kakak saya Linda. Serta, bisa masuk ke Kampus Unesa,” tandas Anjelin.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Hasan juga mengingatkan para lulusan untuk memahami pergerakan perubahan yang begitu cepat. Karena, lulus kuliah bukan berarti semua sudah selesai namun merupakan langkah awal untuk memasuki babak baru.

“Untuk itu, wisudawan harus menjadi pribadi yang unggul dan tangguh. Unggul, tidak hanya dari aspek akademik yang bisa diukur dari capaian IPK, tetapi juga sikap dan mentalitas,” ungkap Cak Hasan.

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Tulus
  • Editor : Rizal IT

You may also like...