TK Al-Falah Menyambut Baik Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Kebijakan baru terkait pembolehan penerapan pembelajaran tatap muka pada tahun 2021 nanti oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim disambut baik oleh KB TK Al-Falah Surabaya.

Namun, Mendikbud menegaskan bahwa, pembelajaran tatap muka ini diperbolehkan tapi tidak diwajibkan. Semua keputusan diserahkan kembali ke Pemerintah Daerah (Pemda), Komite Sekolah dan Orang Tua.

Menanggapi hal tersebut, Rina Rahayu, Kepala Sekolah (Kepsek) KB TK Al-Falah Surabaya, mengaku senang dan menyambut baik himbauan dari Mendikbud. Karena, selama ini hampir semua orang tua wali murid KB TK Al-Falah berharap adanya pembelajaran tatap muka bagi putra putrinya meskipun hanya seminggu sekali.

“Namun, selama masa pandemi KB TK Al-Falah hanya memberlakukan pembelajaran via daring. Meskipun banyak inovasi baru telah diterapkan dalam pembelajaran seperti program 34 tema bakat kepada para siswa, namun bagi para wali murid pembelajaran via daring kurang maksimal,” ucap Rina saat dijumpai di KB TK Al-Falah, Senin, (07/12/20).

“Oleh karena itu, mendengar adanya kebijakan baru tersebut, KB TK Al-Falah sangat menyambut baik. Namun, tetap mengkoordinasikan kembali dengan pihak yayasan selaku penanggujawab dan orang tua wali murid untuk pelaksanaannya,” sambungnya.

Menyambut pembelajaran tatap muka, KB TK Al-Falah telah mempersiapkan dengan baik protokol kesehatan secara ketat demi kenyamanan dan keamanan bersama. Diantaranya, memperbanyak tempat cuci tangan, hand sanitaser, menyiapkan masker dan face shield khusus anak anak. Serta, merenovasi ventilasi agar sirkulasi udara semakin baik dan bersih.

“Kami juga akan melakukan pembatasan jam belajar hanya 1,5 jam dan perkelas akan diisi hanya 5 siswa. Sehingga, pembelajaran tatap muka antar siswa semakin aman dan nyaman,” terangnya.

Rina juga menjelaskan, banyak dari orang tua wali murid mengadu kekhawatiran akan seringnya pembelajaran secara daring akan membuat anak ketergantungan dengan gadget, melelahkan bagi para orang tua dan kurang efektif. Serta, minimnya interaksi dengan guru dan teman sekolah membuat anak anak tertekan secara psikososial dan psikologis.

Baca Juga  150 Guru Besar se ASEAN Dukung Bahasa Indonesia Melayu Sebagai Bahasa Ilmiah Internasional

Seperti yang disampaikan oleh Novi Salmah wali Murid TK Al-Falah Surabaya mengaku meskipun pembelajaran yang diberikan oleh TK Al-Falah via daring sangat baik, inovatif dan kreatif namun bagi para orang tua masih dirasa kurang. Karena, anak anak juga butuh berinteraksi langsung bersama guru dan teman teman sekolah.

“Mendengar ada himbauan sekolah tatap muka kembali saya sangat senang sekali. Asalkan penerapan protokol kesehatan dapat dilakukan secara ketat dan diikuti semua orang tua wali murid. Semoga, pandemi ini segera berakhir. Agar anak anak bisa kembali sekolah secara normal,” ungkap Novi.

Kepsek TK Al-Falah Surabaya juga berharap semoga pandemi ini segaera berakhir. Agar aktifitas sekolah bisa kembali normal dan bisa menciptakan kembali siswa siswi TK Al-Falah yang berprestasi dan unggul.

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Tulus
  • Penerbit : Dwito

You may also like...