UK Petra Hadirkan Dua Program Baru, Internet of Things dan Data Science & Analytics

SURABAYA_WARTAINDONESIA.co – Guna menjawab tantangan teknologi yang semakin berkembang pesat, Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali mengeluarkan dua program baru mulai semester gasal 2021/2022.

Progam tersebut adalah Internet of Things (IoT) dan program Data Science & Analytics (DSA). Keduanya dibawah naungan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UK Petra.

Dr. Juliana Anggono, S.T., M.Sc., selaku Dekan FTI UK Petra menyampaikan bahwa, penambahan dua program baru karena semakin majunya teknologi dalam membantu kehidupan manusia kini tak terelakkan lagi.

“Banyak peralatan modern sampai dengan alat transportasi yang bertujuan memudahkan manusia untuk menggunakannya. Termasuk juga teknologi kecerdasan (AI) yang semakin berkembang makin cerdas,” kata Dr. Juliana melalui rilisnya, Senin, (10/08/20).

Hal ini sangat menarik untuk dipelajari lebih dalam agar semakin banyak profesional Indonesia menguasai di bidang tersebut,” sambungnya.

UK Petra, lanjut DR. Juliana, merespon perkembangan dan peran penguasaan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 serta Society 5.0 yang mempengaruhi semua bidang kehidupan manusia. Termasuk dampaknya dalam dunia bisnis, kesehatan, transportasi, pariwisata, pendidikan hingga ekonomi.

“Mahasiswa akan belajar konsep dan skill praktis dengan memanfaatkan semaksimal mungkin internet untuk saling menghubungkan berbagai aspek kehidupan manusia mulai dari industri, kesehatan, hotel, healthcare dan lain-lain. Harapannya mampu melakukan akuisisi data tanpa intervensi manusia,” terangnya.

Selama delapan semester para mahasiswa akan mendapatkan materi pembelajaran seperti teknik akuisisi data dengan Sensor, Konektivitas, Pemrograman, Big Data Storage dan Pemrosesan Data dengan AI. Tak hanya itu saja, dalam program baru ini juga akan mendapatkan pengalaman internasionalisasi diantaranya dengan negara China dan Korea.

Berbeda dengan IoT, dalam program DSA mahasiswa belajar untuk meng-handle data, menganalisanya sehingga data bermakna untuk sebuah pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan berbasiskan data menjadi keunggulan bersaing bagi organisasi bahkan negara.

Ditempat yang sama, Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng, menambahkan, bagi sebuah perusahaan, kemampuan membaca data dengan cepat dan tepat menjadi sebuah kebutuhan di masa Revolusi Industri 4.0 ini. Sebab Big Data mulai dari VolumeVelocityVariety dan Veracity cukup rumit.

Para mahasiswa akan beajar banyak hal mulai dari Data Mining, Data Modeling for Data Science, Data Presentation & Visualization, Machine Learning, Big Data Analysis dan Applied Statistics.

Konsekuensi dari perkembangan teknologi yang pesat adalah lebih banyak data yang terus dihasilkan dari berbagai macam jenis industri. Pengalaman internasional pun akan didapatkan baik itu melalui program Dual Degree di Belanda serta program Double Degree di Australia.

“UK Petra menyikapi perubahan-perubahan pesat ini dengan merevisi kurikulum semua prodi dengan Kurikulum 2020, dan membuka program-program baru yg sangat relevan dengan Revolusi Industri 4.0,” pungkas Rektor UK Petra. (*)

  • Pewarta : Tulus W
  • Foto : Istimewa
  • Penerbit : Dwito

You may also like...