Unesa Hadirkan Inovasi Pembelajaran Berbasis SDGs untuk Guru di Bali

SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Sebagai bentuk pengabdian, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui Diseminasi Inovasi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) kepada para guru.

Kontribusi tersebut kembali ditunjukkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa yang diikuti oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan pada 27-29 April 2026 lalu di Kabupaten Klungkung Bali.

Ketua Pelaksana LPPM Unesa mengatakan bahwa, melalui forum diseminasi ini, para peserta mendapatkan wawasan mengenai berbagai hasil inovasi pengabdian masyarakat yang dapat diterapkan untuk mendukung pembelajaran di sekolah.

“Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif dengan menghadirkan materi terkait inovasi pembelajaran, penguatan literasi digital, pemanfaatan teknologi pendidikan, hingga strategi pembelajaran berbasis karakter dan keberlanjutan,” kata Ketua Pelaksana pada Sabtu, (26/07/26).

Menurut Ketua Pelaksana, para guru juga berdiskusi mengenai tantangan pendidikan saat ini, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan peserta didik.

Dijelaskan juga, guru memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya pada tujuan pendidikan berkualitas (quality education). Menurutnya, peningkatan kompetensi guru menjadi langkah penting untuk membangun sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Melalui kegiatan diseminasi inovasi pengabdian masyarakat ini, kami ingin berbagi berbagai praktik baik dan inovasi yang dapat membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung implementasi SDGs di lingkungan sekolah,” terangnya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang terus berubah menuntut guru untuk meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan. Penguasaan materi pembelajaran perlu diimbangi dengan kemampuan memanfaatkan teknologi, mengembangkan kreativitas, serta menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, para narasumber memaparkan berbagai inovasi pendidikan yang dikembangkan Unesa melalui program pengabdian kepada masyarakat. Inovasi tersebut mencakup pengembangan media pembelajaran digital, pemanfaatan platform pembelajaran berbasis teknologi, strategi pembelajaran kreatif dan kolaboratif, serta pendekatan pembelajaran berbasis proyek untuk mendukung keterampilan abad ke-21.

Baca Juga  UNESA Kembali Kukuhkan 6 Guru Besar Pakar Lingkungan, Konseling hingga Olahraga

Peserta juga memperoleh pendampingan mengenai pentingnya membangun pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan karakter, kepedulian sosial, dan kesadaran terhadap lingkungan. Hal tersebut selaras dengan prinsip SDGs yang mendorong pembangunan berkelanjutan melalui berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Selain meningkatkan kapasitas guru, kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan inovasi pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Unesa menilai sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan menjadi kunci dalam menghadirkan solusi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Pemilihan Kabupaten Klungkung sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi Unesa dalam pengembangan pendidikan berbasis budaya lokal dan keberlanjutan. Melalui kegiatan Diseminasi Inovasi PkM berbasis SDGs ini,

Unesa berharap para guru semakin siap menghadirkan pembelajaran inovatif yang mampu menjawab tantangan global. (*)

  • Pewarta : Tulus Widodo
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Rizal IT

You may also like...